Arsitektur Rasionalisme

JAKARTA, inca-construction.co.id – Dunia rancang bangun memiliki banyak aliran yang lahir dari pemikiran dan kebutuhan zaman. However, ada satu aliran yang menempatkan akal sehat dan logika sebagai dasar utama setiap rancangan. In fact, arsitektur rasionalisme adalah gaya bangunan yang mengutamakan bentuk sederhana, fungsi yang jelas, dan proporsi yang terukur. Setiap bagian bangunan harus bisa dijelaskan alasannya secara masuk akal.

Moreover, aliran ini muncul sebagai tanggapan terhadap gaya bangunan lama yang dianggap terlalu berlebihan. Gaya Barok dan Rokoko dengan segala hiasan mewahnya mulai ditinggalkan. Furthermore, para arsitek mulai percaya bahwa keindahan sejati bangunan terletak pada kejernihan bentuk dan kegunaan ruang. As a result, lahirlah aliran yang mengubah wajah dunia rancang bangun secara menyeluruh.

Akar Sejarah Arsitektur Rasionalisme dari Masa Pencerahan

Arsitektur Rasionalisme

Akar pemikiran aliran ini bermula dari abad ke-17 saat Eropa memasuki Masa Pencerahan. Specifically, pada era ini akal budi menjadi alat utama untuk memahami segala hal. Pengaruh pemikir seperti Rene Descartes sangat kuat dalam membentuk dasar aliran ini.

Moreover, di bidang rancang bangun, beberapa tokoh penting meletakkan dasar pemikiran awal. Abbe Marc-Antoine Laugier menulis tentang bangunan yang harus kembali ke bentuk paling dasar. Furthermore, Carlo Lodoli dari Venesia menyuarakan bahwa bentuk bangunan harus mengikuti bahan dan tujuannya. Additionally, Claude Nicolas Ledoux dan Etienne-Louis Boullee merancang bangunan dengan bentuk murni seperti bola, kubus, dan silinder.

As a result, prinsip utama yang terbentuk dari masa ini meliputi:

  • Bentuk bangunan harus sederhana dan berdasarkan susunan ukuran yang teratur
  • Setiap bagian bangunan harus punya tujuan yang jelas dan bisa dijelaskan
  • Hiasan berlebihan harus dihilangkan karena mengurangi kejernihan rancangan
  • Bahan bangunan harus digunakan sesuai sifat aslinya tanpa ditutup-tutupi

Therefore, prinsip dari Masa Pencerahan ini menjadi pondasi kokoh bagi aliran rancang bangun yang berkembang di abad berikutnya. Moreover, gaya Neoklasik yang lahir pada masa ini juga menjadi bagian dari gerakan ini. Bangunan Neoklasik menampilkan kesimetrisan, tiang penyangga yang berfungsi nyata, dan bentuk dasar yang terukur. Semua ciri tersebut mencerminkan semangat arsitektur rasionalisme dalam bentuk paling awal.

Ciri Khas Arsitektur Rasionalisme yang Mudah Dikenali

Arsitektur rasionalisme punya ciri khas yang sangat mudah dikenali. Specifically, kesederhanaan bentuk dan kejernihan susunan ruang menjadi tanda utama aliran ini. Setiap garis dan bidang dalam bangunan punya alasan yang jelas. Tidak ada satu pun bagian yang hadir tanpa tujuan.

Moreover, berikut adalah ciri utama yang membedakan aliran ini dari gaya lainnya:

  1. Bentuk dasar seperti persegi, lingkaran, dan segitiga menjadi unsur utama rancangan
  2. Bidang dinding yang bersih tanpa hiasan berlebihan menampilkan kejujuran bahan
  3. Susunan ruang yang teratur dan simetris menciptakan keselarasan yang nyaman
  4. Jendela dan bukaan dirancang berdasarkan kebutuhan cahaya dan udara
  5. Bahan bangunan seperti beton, baja, dan kaca ditampilkan apa adanya tanpa penutup
  6. Tata letak ruang mengutamakan kegunaan dan kemudahan bagi penghuni

Furthermore, aliran ini menolak hiasan yang tidak punya fungsi. Setiap elemen harus bisa dijawab pertanyaan mengapa elemen itu ada. As a result, bangunan bergaya ini terasa bersih, tegas, dan penuh kejelasan.

Perkembangan Rasionalisme di Italia pada Era Gruppo 7

Puncak perkembangan aliran ini terjadi di Italia pada tahun 1920-an hingga 1940-an. Specifically, pada tahun 1926 tujuh arsitek muda mendirikan kelompok bernama Gruppo 7. Mereka adalah Luigi Figini, Guido Frette, Sebastiano Larco, Adalberto Libera, Gino Pollini, Carlo Enrico Rava, dan Giuseppe Terragni.

Moreover, kelompok ini menerbitkan pernyataan sikap di majalah Rassegna Italiana. Mereka ingin mencari jalan tengah antara gaya klasik dan gaya masa depan. Furthermore, pada tahun 1930 kelompok ini berkembang menjadi MIAR atau Movimento Italiano per l’Architettura Razionale. Gerakan ini menjadi wadah resmi bagi para penganut arsitektur rasionalisme di Italia.

Additionally, beberapa karya penting lahir dari periode ini:

  • Casa del Fascio di Como oleh Giuseppe Terragni yang dibangun pada tahun 1932 hingga 1936 menjadi lambang utama aliran ini di Italia
  • Palazzo Gualino di Turin oleh Gino Levi-Montalcini dan Giuseppe Pagano menjadi salah satu bangunan pertama bergaya ini
  • Gedung Universitas Bocconi di Milan oleh Pagano yang dibangun pada tahun 1937 hingga 1940
  • Stasiun Santa Maria Novella di Florence oleh Giovanni Michelucci yang memenangkan sayembara pada tahun 1932

Therefore, Italia menjadi pusat utama gerakan ini dan melahirkan karya-karya yang masih dikagumi hingga saat ini.

Tokoh Penting dalam Arsitektur Rasionalisme Dunia

Arsitektur rasionalisme tidak bisa dipisahkan dari para pemikir dan perancang yang membentuknya. Moreover, setiap tokoh membawa gagasan khas yang memperkaya aliran ini dari waktu ke waktu.

Berikut adalah tokoh penting beserta gagasan utamanya:

  1. Viollet-le-Duc dari Prancis menolak gagasan tentang bangunan yang sempurna. Menurutnya rancangan harus ditentukan oleh bahan dan tujuan bangunan
  2. Giuseppe Terragni dari Italia menjadi bintang utama aliran ini. Casa del Fascio karyanya memadukan unsur klasik dengan gaya baru secara harmonis
  3. Aldo Rossi menerbitkan buku berjudul L’architettura della citta pada tahun 1966. Buku ini menghidupkan kembali gagasan tentang tipe bangunan dan ingatan bersama kota
  4. Walter Gropius mendirikan Bauhaus di Dessau pada tahun 1925. Sekolah ini menjadi pusat pemikiran rancang bangun modern yang berbasis logika
  5. Le Corbusier dari Prancis merancang bangunan dengan lima prinsip dasar. Karya-karyanya menjadi acuan utama aliran modern di seluruh dunia

Furthermore, Hendrik Petrus Berlage dari Belanda juga menjadi pelopor penting. Dia meyakini bahwa susunan bangunan sendiri bisa menciptakan ruang tanpa perlu hiasan. As a result, gagasan para tokoh ini membentuk pondasi yang kokoh bagi perkembangan aliran rancang bangun modern.

Kebangkitan Kembali Lewat Gerakan Neo-Rasionalisme

Pada akhir tahun 1960-an, aliran ini mengalami kebangkitan kembali di Italia. Specifically, gerakan baru yang dikenal sebagai Tendenza muncul sebagai jawaban atas kekecewaan terhadap gaya bangunan modern yang dianggap terlalu dingin. Para arsitek Tendenza meyakini bahwa kota bersejarah Eropa menyimpan kekayaan bentuk yang bisa dipakai kembali.

Moreover, Aldo Rossi menjadi tokoh utama gerakan ini. Pameran arsitektur rasionalisme yang dia selenggarakan pada Triennale Milan tahun 1973 menjadi tonggak penting. Furthermore, gagasan utama Neo-Rasionalisme meliputi:

  • Kota bukan sekadar kumpulan bangunan melainkan tempat yang menyimpan ingatan bersama warganya
  • Tipe bangunan yang sudah ada sepanjang sejarah bisa menjadi alat rancang bangun yang efektif
  • Bentuk sederhana dan berulang menciptakan keselarasan antara bangunan baru dan lingkungan lama
  • Bangunan penting atau monumen berperan sebagai penanda ingatan dan jati diri suatu tempat

Additionally, tokoh lain seperti Giorgio Grassi, Mario Botta, dan Leon Krier juga memperkuat gerakan ini. Karya mereka tersebar di berbagai kota Eropa dan menjadi bukti nyata kekuatan gagasan ini. As a result, Neo-Rasionalisme berhasil mendamaikan masa lalu dengan masa kini dalam dunia rancang bangun.

Pengaruh Rasionalisme terhadap Rancang Bangun Masa Kini

Warisan arsitektur rasionalisme masih terasa kuat dalam dunia rancang bangun saat ini. Moreover, prinsip kesederhanaan bentuk dan kejelasan fungsi terus menjadi acuan bagi banyak perancang bangunan modern.

Berikut adalah bentuk pengaruh yang masih terasa hingga saat ini:

  • Gaya bangunan minimalis yang populer saat ini banyak mengambil prinsip dari aliran ini terutama dalam hal kebersihan garis dan bentuk
  • Penggunaan beton, baja, dan kaca yang tampil jujur tanpa penutup masih menjadi pilihan utama banyak arsitek dunia
  • Penataan ruang berdasarkan kegunaan menjadi standar utama dalam merancang hunian dan gedung perkantoran modern
  • Gagasan tentang tipe bangunan dari Aldo Rossi masih dipakai dalam perencanaan kota di berbagai negara

Furthermore, sekolah rancang bangun di seluruh dunia masih mengajarkan prinsip aliran ini. Mahasiswa belajar tentang pentingnya logika dalam setiap keputusan rancangan. Moreover, pameran dan penerbitan tentang karya-karya aliran ini terus bermunculan. Bangunan seperti Casa del Fascio di Como masih menjadi tujuan studi bagi arsitek dari berbagai negara. As a result, gagasan tentang bangunan yang logis dan jujur tetap hidup. Prinsip ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia rancang bangun masa kini meski sudah berusia lebih dari satu abad.

Kesimpulan

Arsitektur rasionalisme adalah aliran rancang bangun yang menempatkan logika dan kejernihan bentuk di atas segala hiasan. Aliran ini lahir dari Masa Pencerahan di abad ke-17. Puncaknya terjadi di Italia pada tahun 1920-an lewat Gruppo 7 dan MIAR. In summary, ciri khasnya meliputi bentuk dasar yang sederhana, bidang bersih tanpa hiasan, dan tata ruang yang mengutamakan kegunaan.

Moreover, tokoh seperti Terragni, Aldo Rossi, Gropius, dan Le Corbusier menjadi pilar penting aliran ini. Furthermore, kebangkitan Neo-Rasionalisme pada tahun 1960-an membuktikan bahwa prinsip logika dalam rancang bangun tidak pernah usang. Finally, warisan aliran ini masih hidup dalam gaya bangunan minimalis dan perencanaan kota modern. Kejelasan, kegunaan, dan kejujuran bentuk tetap menjadi prinsip utama.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Arsitektur Kontekstualisme: Desain Selaras Lingkungan

Author