JAKARTA, inca-construction.co.id – Arsitektur kontekstualisme merupakan pendekatan desain yang sangat menarik. However, banyak orang belum memahami makna sebenarnya. Also, secara sederhana, arsitektur kontekstualisme berarti gaya bangunan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Moreover, bangunan tidak berdiri sendiri secara terpisah. In addition, ia berusaha memberi sumbangan positif bagi kawasan di sekelilingnya.
Brent C. Brolin dalam bukunya Architecture in Context pada tahun 1980 menjelaskan hal ini. For example, ia menyatakan bahwa pendekatan ini berusaha menghubungkan bangunan baru dengan yang sudah ada. Furthermore, bukan hanya soal tampilan fisik saja. Also, aspek seperti fungsi, makna, dan cara pakai teknologi turut menjadi perhatian. Therefore, arsitektur kontekstualisme punya cakupan yang sangat luas.
Aliran ini lahir dari penolakan terhadap gaya modern yang dianggap monoton. In addition, arsitektur modern dinilai tidak peduli pada kondisi bangunan lama di sekitarnya. Furthermore, banyak bangunan modern yang tampak sama di mana pun berada. As a result, muncul gerakan yang ingin mengembalikan jati diri kawasan lewat desain. Therefore, arsitektur kontekstualisme menjadi jawaban atas keresahan tersebut.
Also, aliran ini merupakan bagian dari arsitektur post modern. Moreover, ia selalu berhubungan dengan kegiatan pelestarian dan penjagaan bangunan bersejarah. In addition, tujuannya yaitu menciptakan hubungan yang harmonis antara yang lama dan yang baru. Therefore, kawasan tetap punya cerita dan jati diri yang utuh.
Dua Prinsip Utama Arsitektur Kontekstualisme

Arsitektur kontekstualisme punya dua prinsip dasar yang saling melengkapi. However, kedua prinsip ini punya pendekatan yang sangat berbeda satu sama lain. Also, seorang perancang harus paham kapan harus pakai masing masing prinsip. Therefore, berikut penjelasan tentang kedua prinsip tersebut.
Berikut dua prinsip utama arsitektur kontekstualisme:
- Prinsip harmoni atau keselarasan dengan lingkungan sekitar. For example, bangunan baru dibuat mirip dengan bangunan lama dari segi bentuk dan bahan. In addition, warna, ukuran, dan pola bukaan juga dibuat senada. Furthermore, tujuannya yaitu menjaga keselarasan tampilan kawasan secara keseluruhan. Also, bangunan baru seolah menjadi latar belakang yang mendukung kawasan. Therefore, tidak ada kesan saling bersaing antar bangunan
- Prinsip kontras yang justru menonjolkan perbedaan dengan sengaja. However, kontras yang baik tetap menghormati lingkungan di sekitarnya. For example, bangunan baru tampil beda dari segi ukuran atau bentuk. In addition, jika diterapkan dengan tepat, kontras bisa menjadi titik fokus kawasan. Furthermore, kontras yang salah justru bisa merusak dan membuat kekacauan tampilan. Therefore, prinsip ini butuh keahlian dan pertimbangan yang matang
Moreover, kedua prinsip ini bisa diterapkan bersamaan dalam satu kawasan. Also, beberapa bangunan bisa tampil harmonis sementara yang lain tampil kontras. In addition, yang terpenting yaitu keseluruhan kawasan tetap terasa utuh dan punya jati diri. Therefore, keseimbangan antara harmoni dan kontras menjadi kunci keberhasilan.
Tujuh Prinsip Responsive Environment dalam Kontekstualisme
Ian Bentley dalam bukunya Responsive Environments menyusun tujuh prinsip penting. Also, ketujuh prinsip ini menjadi acuan utama dalam menerapkan arsitektur kontekstualisme. Furthermore, sebuah bangunan atau kawasan yang baik harus memenuhi sebagian besar prinsip ini. Therefore, berikut penjelasan dari ketujuh prinsip tersebut.
Berikut tujuh prinsip Responsive Environment menurut Ian Bentley:
- Permeability atau tingkat keterbukaan sebuah kawasan bagi pengguna. For example, seberapa mudah orang bisa masuk dan melewati sebuah area. Also, kawasan yang baik punya banyak jalur akses bagi pejalan kaki
- Variety atau keragaman fungsi dan kegiatan dalam satu kawasan. In addition, kawasan yang hidup punya campuran toko, kantor, dan tempat tinggal. Furthermore, keragaman ini membuat kawasan ramai sepanjang hari
- Legibility atau kemudahan orang memahami susunan sebuah kawasan. As a result, pengguna bisa dengan mudah menemukan jalan dan mengenali area. Also, penanda visual yang jelas sangat membantu hal ini
- Robustness atau kemampuan ruang untuk digunakan banyak kegiatan berbeda. Therefore, bangunan yang baik bisa dipakai untuk berbagai fungsi. In addition, ini membuat kawasan tetap berguna dalam jangka panjang
- Visual Appropriateness atau kesesuaian tampilan dengan konteks sekitar. For example, bangunan baru harus tampak cocok dengan karakter kawasan. Furthermore, ini menjadi inti dari arsitektur kontekstualisme itu sendiri
- Richness atau kekayaan pengalaman yang ditawarkan kepada pengguna. Also, kawasan yang kaya punya banyak hal menarik untuk dilihat dan dirasakan. Moreover, kontras tampilan turut menciptakan pengalaman visual yang beragam
- Personalization atau kemampuan pengguna untuk menyesuaikan ruang mereka. In addition, penghuni bisa mengubah tampilan sesuai kebutuhan dan selera. Therefore, ruang terasa lebih pribadi dan bermakna bagi penggunanya
Cara Menerapkan Arsitektur Kontekstualisme
Ada beberapa cara untuk menerapkan arsitektur kontekstualisme dalam desain. Also, setiap cara bisa dipakai sendiri atau digabung sesuai kebutuhan. Furthermore, kunci utamanya yaitu memahami karakter lingkungan dengan baik. Therefore, berikut langkah langkah yang bisa dilakukan oleh perancang.
Berikut cara menerapkan arsitektur kontekstualisme pada bangunan baru:
- Mengambil motif desain dari bangunan sekitar seperti bentuk atap dan pola bukaan. In addition, ornamen khas daerah juga bisa dipakai sebagai hiasan. Also, cara ini menjaga kesinambungan tampilan kawasan
- Menggunakan bahan bangunan yang sama atau mirip dengan bangunan lama. Furthermore, batu bata, kayu, atau genteng tanah liat bisa menjadi pilihan. Therefore, kesan selaras akan muncul secara alami
- Menyesuaikan ukuran dan skala bangunan baru dengan yang sudah ada. For example, tinggi bangunan baru tidak boleh terlalu jauh berbeda. As a result, garis langit kawasan tetap terlihat rapi dan teratur
- Memakai warna dan tekstur yang senada dengan lingkungan sekitar. In addition, warna yang harmonis menciptakan kesan utuh pada kawasan. Also, tekstur permukaan bangunan turut memberi pengaruh besar
- Memperhatikan fungsi dan kegiatan yang ada di kawasan tersebut. Furthermore, bangunan baru sebaiknya mendukung kegiatan yang sudah berjalan. Therefore, kehadiran bangunan baru justru memperkuat karakter kawasan
- Memasukkan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam desain. For example, motif batik pada fasad bangunan atau bentuk atap tradisional. Moreover, hal ini membuat bangunan punya jati diri yang kuat
- Memanfaatkan teknologi ramah lingkungan yang sesuai kondisi setempat. In addition, ventilasi alami dan pencahayaan matahari sangat cocok untuk iklim tropis. Also, ini sejalan dengan prinsip desain berkelanjutan
Tokoh Penting dalam Arsitektur Kontekstualisme
Beberapa arsitek dunia terkenal dengan karya bertema arsitektur kontekstualisme. Also, setiap tokoh punya pendekatan unik dalam menerapkan prinsip ini. Furthermore, karya mereka menjadi contoh nyata keberhasilan pendekatan ini. Therefore, berikut beberapa tokoh penting beserta karyanya.
Berikut tokoh penting dalam arsitektur kontekstualisme:
- Geoffrey Bawa dari Sri Lanka yang dikenal sebagai pelopor Tropical Modernism. For example, Kandalama Hotel di Dambulla menyatu dengan tebing dan hutan di sekitarnya. In addition, ia memakai bahan alami serta ventilasi silang untuk kenyamanan
- Glenn Murcutt dari Australia yang menerapkan prinsip desain yang tanggap iklim. Furthermore, Marika Alderton House memanfaatkan angin dan cahaya matahari secara maksimal. Also, bentuk bangunan mengikuti kontur tanah dengan sangat baik
- Hassan Fathy dari Mesir yang terkenal dengan arsitektur tanah liat tradisional. As a result, Dar al Islam di New Mexico membuktikan bahwa prinsip lokal bisa diterapkan di tempat lain. Moreover, kubah dan lengkung menjadi ciri khas karyanya
- Charles Correa dari India yang memadukan budaya lokal dengan gaya modern. Therefore, Gandhi Smarak Sangrahalaya menjadi contoh keselarasan desain dan makna. In addition, ia sangat memperhatikan iklim setempat dalam setiap karyanya
- Eko Prawoto dari Indonesia yang menerapkan dialog antara tradisi dan modernitas. For example, Galeri Seni Cemeti di Yogyakarta memadukan nilai lokal dengan gaya masa kini. Furthermore, studio rekam Djaduk Ferianto mengikuti kontur tepi sungai tanpa merusaknya
- Andra Matin dari Indonesia yang dikenal dengan pendekatan kontekstual tropis. Also, karya karyanya memanfaatkan bahan lokal dan desain terbuka. Moreover, ia menjadi contoh bahwa arsitek dalam negeri pun bisa menerapkan prinsip ini
Contoh Penerapan di Indonesia yang Bisa Dipelajari
Indonesia punya banyak contoh penerapan arsitektur kontekstualisme yang menarik. Also, beberapa bangunan bahkan sudah diakui secara luas oleh dunia arsitektur. Furthermore, contoh contoh ini menunjukkan bahwa prinsip ini sangat cocok untuk Indonesia. Therefore, berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan pelajaran.
Berikut contoh penerapan arsitektur kontekstualisme di Indonesia:
- Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo menerapkan enam dari tujuh prinsip. For example, ornamen batik kawung terlihat pada desain atap bandara. In addition, lampu jalan khas Malioboro dan bentuk Plengkung Gading menjadi elemen desain. Furthermore, area dalam bandara menampilkan nuansa budaya Yogyakarta yang sangat kuat
- Hotel Mercure Batavia di kawasan Kota Tua Jakarta menerapkan prinsip harmoni. Also, bentuk dan warna bangunan diselaraskan dengan gedung bersejarah di sekitarnya. In addition, penelitian menunjukkan bahwa hotel ini memperhatikan ukuran dan skala bangunan kolonial
- Galeri Nasional Indonesia yang menerapkan konsep fasad kontekstual terhadap lingkungan. As a result, bangunan ini tampil selaras dengan kawasan bersejarah di sekitarnya. Furthermore, elemen elemen tradisional dipadukan dengan gaya modern secara apik
- Kawasan perkantoran SCBD Jakarta Selatan menunjukkan prinsip kontras dan harmoni sekaligus. For example, Gedung Bapindo dan Graha Niaga tampil harmonis dari segi elemen vertikal dan horizontal. However, beberapa gedung lain tampil kontras dari segi bentuk atap. Therefore, kawasan ini menjadi contoh keragaman dalam kesatuan
- Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang mewajibkan setiap bangunan mencerminkan ciri khas. Also, penataan Malioboro sebagai daerah semi pejalan kaki mengikuti prinsip ini. Moreover, setiap bangunan baru harus selaras dengan karakter kawasan bersejarah
Manfaat Arsitektur Kontekstualisme bagi Kawasan
Penerapan arsitektur kontekstualisme memberi banyak manfaat bagi sebuah kawasan. Also, manfaat ini tidak hanya bersifat tampilan semata. Furthermore, ada dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar. Therefore, berikut manfaat utama dari pendekatan ini.
Berikut manfaat arsitektur kontekstualisme bagi kawasan dan masyarakat:
- Menjaga jati diri dan karakter khas sebuah kawasan dari waktu ke waktu. In addition, kawasan tidak kehilangan cerita sejarahnya meski ada bangunan baru. Also, ini sangat penting untuk kawasan bersejarah dan cagar budaya
- Menciptakan keselarasan tampilan yang nyaman dipandang mata. Furthermore, kawasan yang harmonis memberi rasa tenang bagi penghuni dan pengunjung. Therefore, kualitas hidup masyarakat di kawasan tersebut turut meningkat
- Mendukung kegiatan pelestarian bangunan lama yang bernilai sejarah tinggi. For example, bangunan baru menjadi pendukung bukan pengganggu bangunan bersejarah. As a result, warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang
- Meningkatkan nilai ekonomi kawasan lewat daya tarik wisata dan budaya. In addition, kawasan dengan karakter kuat lebih diminati oleh wisatawan dan pelaku usaha. Moreover, ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara langsung
- Mendorong penggunaan bahan lokal dan kearifan setempat dalam membangun. Also, hal ini membuka peluang kerja bagi pengrajin dan pekerja bangunan lokal. Furthermore, biaya pembangunan bisa lebih hemat dengan bahan dari sekitar
- Menciptakan lingkungan binaan yang ramah terhadap iklim dan kondisi alam setempat. Therefore, bangunan lebih nyaman ditinggali tanpa terlalu bergantung pada pendingin udara. In addition, ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan
Kesimpulan
Arsitektur kontekstualisme merupakan pendekatan desain yang sangat penting di dunia arsitektur. For example, ia menghubungkan bangunan baru dengan lingkungan sekitar lewat prinsip harmoni dan kontras. Furthermore, tujuh prinsip Responsive Environment dari Ian Bentley menjadi acuan penerapannya. Also, tokoh dunia seperti Geoffrey Bawa, Glenn Murcutt, dan Eko Prawoto sudah membuktikan keberhasilan pendekatan ini. Moreover, Indonesia punya banyak contoh penerapan yang menarik seperti Bandara Yogyakarta dan kawasan Kota Tua Jakarta. In addition, manfaatnya sangat luas mulai dari menjaga jati diri kawasan hingga meningkatkan nilai ekonomi. Therefore, arsitektur kontekstualisme layak diterapkan lebih luas di Indonesia yang kaya budaya dan kearifan lokal. Finally, pendekatan ini membuktikan bahwa bangunan yang baik bukan yang berteriak minta perhatian melainkan yang menyatu dan memberi sumbangan bagi lingkungannya.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Second Skin Facade Selubung Ganda Gedung Masa Depan
