Second Skin Facade

JAKARTA, inca-construction.co.id – Dunia saat ini menuntut bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Moreover, para arsitek terus mencari cara cerdas agar gedung tampil memukau sekaligus bekerja dengan baik. Second skin facade atau fasad kulit kedua hadir sebagai jawaban atas tuntutan tersebut. Sistem ini terdiri dari dua lapisan dinding luar dengan rongga udara di antaranya. Additionally, rongga ini berfungsi seperti “jaket pintar” yang melindungi bagian dalam gedung dari panas, dingin, angin, dan bising.

However, di balik tampilannya yang modern, second skin facade menyimpan cara kerja yang sangat masuk akal. Sistem ini terbukti mampu menghemat biaya pemanas dan pendingin hingga 30 persen. Therefore, artikel ini akan membahas segala hal tentang fasad kulit kedua. Mulai dari sejarahnya, cara kerjanya, berbagai jenisnya, hingga contoh gedung terkenal yang sudah memakainya.

Sejarah Second Skin Facade dari Awal Abad ke-20 hingga Kini

Second Skin Facade

Gagasan tentang lapisan ganda pada dinding gedung bukan hal baru. Moreover, konsep second skin facade sudah dicoba sejak awal abad ke-20 oleh para pelopor dunia rancang bangun.

Arsitek Swiss-Perancis Le Corbusier menjadi tokoh pertama yang menguji gagasan ini. Dia menyebutnya “mur neutralisant” atau dinding penetral. Furthermore, konsep itu melibatkan pipa pemanas dan pendingin di antara dua lapisan kaca besar. Tujuannya untuk mengatur suhu ruangan tanpa mesin. Additionally, arsitek Finlandia Alvar Aalto juga mencoba konsep serupa lewat rancangan jendela di Sanatorium Paimio.

Contoh bangunan awal yang menerapkan selubung ganda:

  • Pabrik Steiff di Giengen, Jerman, yang dibangun awal 1900-an sebagai contoh paling awal dinding kaca berlapis
  • Hallidie Building di San Francisco yang menjadi pelopor dinding tirai kaca
  • Berbagai gedung tinggi di Amerika dan Eropa yang memakai jendela ganda untuk menahan panas

However, konsep second skin facade baru berkembang pesat setelah krisis energi tahun 1970-an. Krisis itu mendorong pencarian cara baru untuk membuat gedung tinggi lebih nyaman lewat udara alami. As a result, tuntutan peredam bising yang makin tinggi juga membuat fasad kulit kedua makin diminati. Hingga kini, sistem ini terus berkembang menjadi bagian penting dalam rancang bangun modern.

Cara Kerja Sistem Selubung Ganda pada Bangunan

Cara kerja second skin facade sebenarnya mudah dipahami. Moreover, sistem ini bekerja berdasarkan hukum dasar tentang pergerakan udara dan perpindahan panas. Meski begitu, penerapannya tetap butuh hitungan teknis yang cermat.

Sistem selubung ganda ini terdiri dari tiga bagian utama:

  • Kulit luar berupa lapisan kaca yang menjadi pelindung pertama dari cuaca, bising, dan sinar matahari langsung
  • Rongga udara di antara kedua lapisan dengan lebar 20 sentimeter hingga 2 meter sebagai zona penyangga suhu dan jalur udara
  • Kulit dalam berupa lapisan kaca kedua yang sering dilapisi pelapis Low-E untuk menahan sinar dan panas berlebih

Furthermore, cara rongga udara bekerja sangat bergantung pada cuaca setempat. For example, di daerah dingin, udara hangat terjebak di rongga dan membuat lapisan penyekat. Lapisan ini mencegah udara dingin luar masuk ke ruangan.

Additionally, di daerah panas, udara di rongga yang terkena matahari akan naik ke atas. Udara panas ini keluar lewat bukaan di bagian atas fasad. Proses ini disebut efek cerobong. Moreover, alat peneduh seperti tirai atau bilah sering dipasang di dalam rongga second skin facade. Posisi ini melindungi alat dari cuaca buruk sekaligus mengatur cahaya yang masuk.

Jenis Rancangan Second Skin Facade yang Umum Diterapkan

Tidak semua second skin facade dirancang dengan cara yang sama. Moreover, ada beberapa jenis yang punya pola aliran udara dan kecocokan pakai yang berbeda.

Box-window atau jendela kotak adalah jenis paling mudah. Sistem ini dirancang di sekitar jendela satu per satu seperti kotak kaca kecil. Furthermore, jenis second skin facade ini sangat cocok untuk pembaruan gedung lama. Pemasangannya tidak perlu mengubah seluruh dinding. Additionally, perawatannya juga paling mudah.

Shaft-box menggabungkan jendela kotak dengan poros udara tegak. Moreover, jenis ini memanfaatkan efek cerobong. Udara segar mengalir alami ke lantai atas lewat poros tegak tersebut.

Corridor atau koridor punya rongga udara sepanjang satu lantai penuh. Rongga ini dibagi menjadi beberapa zona. Furthermore, jenis ini sering ada di gedung kantor dan bangunan umum. Alasannya karena tersedia ruang untuk perawatan berkala.

Multi-storey atau setinggi gedung punya rongga dari lantai dasar hingga atap tanpa sekat. However, jenis second skin facade ini perlu hitungan yang sangat cermat. Tanpa sekat yang benar, bising dan panas bisa merambat antar lantai.

Berdasarkan cara pasangnya, fasad kulit kedua juga dibedakan menjadi:

  • Sistem stick-built yang dirakit langsung di lokasi, lebih lentur tapi butuh waktu lebih lama
  • Sistem unitised yang dirakit di pabrik sebagai panel siap pasang, lebih cepat dan cocok untuk proyek besar

Manfaat Menerapkan Second Skin Facade pada Bangunan

Sistem selubung ganda ini memberi banyak keuntungan bagi gedung yang menerapkannya. Moreover, manfaat second skin facade mencakup penghematan energi, kenyamanan penghuni, keindahan tampilan, hingga nilai jual gedung yang lebih tinggi.

Hemat energi yang nyata. Gedung dengan second skin facade bisa hemat hingga 30 persen biaya pemanas dan pendingin. Furthermore, riset menunjukkan bahwa panas yang hilang atau masuk lewat dinding menyumbang 20 hingga 50 persen total energi yang dipakai. Additionally, penurunan kebutuhan pendingin sebesar 9 hingga 14 persen sudah tercatat dalam riset tentang selubung ganda.

Suhu ruangan yang lebih nyaman. Penghuni merasakan suhu yang stabil tanpa berubah tiba tiba. Moreover, sistem kaca ganda pada second skin facade membuat cahaya alami masuk lebih banyak. Silau berkurang berkat peneduh di dalam rongga.

Peredam bising yang ampuh. Rongga udara di antara kedua lapisan bekerja sebagai penyekat suara. Therefore, gedung di kawasan padat lalu lintas mendapat manfaat besar dari sistem ini.

Beberapa manfaat tambahan dari second skin facade:

  • Memberi kebebasan kreatif bagi arsitek dari menara bening hingga pola kaca berwarna
  • Menaikkan nilai jual gedung karena dianggap sebagai aset bermutu tinggi
  • Membantu mendapat sertifikat bangunan hijau seperti LEED dan BREEAM
  • Membuat udara alami bisa mengalir di gedung tinggi yang biasanya hanya pakai mesin

Gedung Terkenal Dunia yang Memakai Fasad Kulit Kedua

Beberapa gedung paling terkenal di dunia sudah membuktikan keberhasilan second skin facade. Moreover, gedung gedung ini menjadi contoh nyata bahwa sistem selubung ganda mampu memadukan tampilan memukau dengan kinerja ramah lingkungan.

30 St Mary Axe atau The Gherkin di London dirancang oleh Foster+Partners. Gedung ini menjadi salah satu contoh second skin facade paling terkenal di dunia. Furthermore, jendela segitiga pada kulit luar meliuk ke atas dan bisa terbuka sesuai data cuaca. Hasilnya, udara mengalir silang lewat gedung secara alami.

Olympic House di Lausanne, Swiss dirancang oleh studio 3XN sebagai markas besar Komite Olimpiade. Moreover, second skin facade pada gedung ini punya lapisan dalam yang lurus dan lapisan luar yang melengkung. Tampilan ini mengingatkan pada gerakan anggun atlet Olimpiade.

Contoh gedung terkenal lainnya:

  • 1 Angel Square di Manchester yang meraih nilai lingkungan tertinggi untuk ukurannya
  • Cube Berlin di Jerman yang menampilkan fasad kaca ganda yang menawan
  • JTI Headquarters di Jenewa karya SOM dengan sistem rongga tertutup yang pakai kaca rangkap tiga di dalam dan kaca tunggal di luar
  • Knight Campus di University of Oregon karya Ennead Architects dengan kulit kedua dari kaca berlipat pengurang panas dan silau

Tantangan dalam Menerapkan Fasad Kulit Kedua

Meski punya banyak keunggulan, second skin facade juga punya beberapa tantangan. Moreover, memahami tantangan ini membantu arsitek dan pemilik gedung membuat pilihan yang lebih tepat sejak awal.

Biaya awal yang lebih tinggi. Di Eropa, second skin facade bisa dua kali lebih mahal dari sistem dinding biasa. Di Amerika Utara, angkanya bisa empat hingga lima kali lipat. However, banyak proyek berhasil menutup biaya ini lewat penghematan energi jangka panjang.

Luas lantai berkurang. Rongga udara butuh ruang 20 sentimeter hingga 2 meter. Ruang ini harus masuk hitungan dalam denah gedung. Furthermore, di kota besar dengan harga tanah tinggi, hal ini jadi bahan pikir yang serius.

Tantangan teknis lainnya pada second skin facade:

  • Risiko debu dan lembab menumpuk di rongga yang butuh perawatan rutin
  • Kemungkinan embun jika rancangan aliran udara tidak tepat
  • Risiko suara dan asap merambat antar lantai pada jenis tanpa sekat
  • Biaya perawatan dan ganti suku cadang yang lebih tinggi dari dinding biasa
  • Pemakaian bahan bangunan yang hampir dua kali lipat lebih banyak

Kesimpulan

Second skin facade telah membuktikan diri sebagai salah satu temuan paling berpengaruh dalam dunia rancang bangun masa kini. Sistem ini berhasil memadukan keindahan tampilan dengan kinerja ramah lingkungan. Moreover, dengan kemampuan menghemat energi hingga 30 persen, meredam bising, dan mengatur cahaya alami, selubung ganda ini menjawab tantangan terbesar dalam merancang gedung masa depan.

Furthermore, meski biaya awalnya lebih tinggi, gedung seperti The Gherkin dan Olympic House sudah membuktikan bahwa investasi pada second skin facade memberi keuntungan jangka panjang. Therefore, seiring meningkatnya tuntutan terhadap bangunan hemat energi, pemahaman akan konsep ini makin penting bagi setiap arsitek. Finally, fasad kulit kedua bukan sekadar tren sesaat. Sistem ini adalah perubahan mendasar dalam cara manusia merancang gedung.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Subterranean Architecture Seni Bangunan di Bawah Tanah

Author