Saya selalu membayangkan punya walk in closet sendiri sejak pertama kali nonton film-film Hollywood yang memperlihatkan lemari besar dengan pencahayaan dramatis, deretan sepatu rapi, dan gantungan baju yang memanjakan mata. Saat itu saya pikir, “kayaknya cuma artis atau orang kaya aja yang bisa punya ruang seperti itu.” Tapi setelah banyak belajar dan eksperimen sendiri, saya sadar bahwa walk in closet itu bukan sekadar ruang mewah—tapi bisa jadi ruang personal dan fungsional, yang bisa diwujudkan bahkan di rumah mungil sekalipun.
Lewat artikel ini, saya mau berbagi pengalaman dan insight tentang bagaimana merancang walk in closet impian yang tetap praktis, tetap gaya, dan tetap sesuai dengan realitas ruang dan budget.
Apa Itu Walk in Closet dan Arti di Balik Istilahnya
Secara sederhana, walk in closet adalah ruang lemari pakaian yang cukup besar hingga bisa dimasuki orang. Bukan lemari biasa yang berdiri di sudut kamar, tapi ruangan kecil (atau besar) yang didedikasikan untuk menyimpan pakaian, sepatu, aksesori, dan kadang makeup atau perlengkapan pribadi lainnya.
Tapi buat saya, walk in closet bukan cuma soal ukuran. Ini soal pengalaman dan gaya hidup. Bayangkan punya satu ruang kecil tempat kamu bisa berdandan, memilih outfit dengan nyaman, dan menyimpan semua barangmu dengan rapi dan cantik. Rasanya seperti punya sanctuary pribadi.
Walk in Closet Design: Menyatukan Fungsi dan Estetika
Merancang walk in closet itu tantangan sekaligus kesenangan. Karena kita harus menyeimbangkan antara fungsi dan estetika. Jangan sampai kelihatan cantik tapi nggak bisa nyimpen banyak barang, atau sebaliknya: muat banyak tapi malah kelihatan seperti gudang.
Beberapa elemen penting dalam desain yang saya pelajari:
-
Rak terbuka: Bikin pakaian terlihat dan mudah dijangkau.
-
Drawer tertutup: Ideal untuk pakaian dalam, perhiasan, atau barang kecil yang nggak ingin terlihat.
-
Lighting: Lampu LED di rak, cermin dengan pencahayaan, dan warna lampu hangat bisa mengubah mood seluruh ruang.
-
Cermin besar: Wajib hukumnya. Selain buat ngaca, juga bikin ruang terasa lebih luas.
-
Zona khusus: Bagi ruang untuk sepatu, baju gantung, lipatan, dan aksesori.
Saya sempat pakai layanan desain interior digital buat bikin sketsa 3D layout closet saya, dan itu sangat membantu. Bahkan, untuk ruang kecil sekalipun, desain yang pintar bisa membuat semuanya terlihat lebih mewah.
Seberapa Besar Idealnya Ukuran Walk in Closet?
Ini salah satu pertanyaan paling sering ditanyain. Idealnya, ukuran walk in closet sesuai acuan arsitektur dimulai dari:
-
Minimum: 1.5 x 2 meter (cukup untuk satu sisi lemari dan jalan tengah)
-
Nyaman: 2 x 2.5 meter (cukup untuk lemari dua sisi dan ruang putar)
-
Mewah: 3 x 3 meter ke atas (bisa ada island drawer di tengah)
Walk in closet saya saat ini ukurannya hanya sekitar 1.8 x 2.2 meter, tapi cukup buat gantungan pakaian di dua sisi dan cermin di ujung. Yang penting bukan seberapa besar ruangnya, tapi seberapa efektif penataannya.
Kalau punya ruang yang terbatas, kamu masih bisa punya walk in closet mungil tapi fungsional. Nanti kita bahas.
Walk in Closet Minimalis: Solusi Gaya di Ruang Terbatas
Saya tinggal di rumah tipe 36 waktu mulai coba bikin walk in closet pertama saya. Tantangannya jelas: ruang terbatas. Tapi saya nggak mau menyerah. Saya ubah sudut kamar tidur jadi area closet mini, dan hasilnya cukup memuaskan.
Tips untuk walk in closet minimalis:
-
Gunakan rak vertikal untuk maksimalin tinggi ruangan.
-
Pilih warna terang agar ruang terasa luas.
-
Gunakan sliding door atau tirai sebagai pintu (hemat ruang buka).
-
Manfaatkan belakang pintu untuk gantungan tas atau aksesori.
-
Pasang lampu sensor gerak biar praktis dan hemat listrik.
Kuncinya adalah efisiensi. Kalau ruang hanya 1.5 meter lebar, kamu masih bisa bikin lemari gantung satu sisi dan space kecil untuk berdiri + cermin. Nggak harus selalu mewah—yang penting terasa personal dan bikin kamu nyaman.
Cara Mengubah Kamar Tidur Kecil Menjadi Walk in Closet
Ini pengalaman pribadi saya waktu memutuskan untuk menyulap kamar kosong bekas gudang jadi walk in closet. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan:
-
Pilih kamar dengan ventilasi atau pasang exhaust fan—karena pakaian butuh sirkulasi.
-
Pasang rak modular atau lemari custom yang bisa diatur tinggi dan lebar sesuai kebutuhan.
-
Gunakan cat warna putih atau pastel supaya terang dan luas.
-
Pasang cermin besar di satu sisi untuk efek luas.
-
Tambahkan meja kecil atau kursi ottoman buat area dandan atau ganti baju.
-
Label semua laci dan kotak supaya gampang cari barang.
Proyek ini butuh waktu 2 minggu, tapi hasilnya worth it banget. Setiap pagi jadi lebih semangat karena dressing room saya terasa seperti ruang impian, meski sederhana.
Tips Menata Walk in Closet agar Tetap Rapi dan Terorganisir
Percaya atau nggak, punya walk in closet bisa jadi bencana kalau kita nggak disiplin. Saya pernah ngalamin walk in closet jadi “tumpukan baju tak teratur”—sampai akhirnya saya belajar beberapa trik biar tetap rapi:
-
Pilah baju berdasarkan kategori dan warna.
-
Gunakan hanger yang seragam untuk kesan visual rapi.
-
Simpan sepatu di rak miring atau kotak transparan.
-
Buat jadwal bersih-bersih closet tiap bulan.
-
Terapkan prinsip “one in, one out”—setiap beli baju baru, satu baju lama disumbangkan.
Saya juga suka banget pakai kotak organizer kecil buat nyimpan ikat pinggang, scarf, dan perhiasan. Hasilnya? Closet tetap cantik dan nggak bikin stres tiap cari barang.
Inspirasi Desain Walk in Closet untuk Hunian Modern
Sekarang udah banyak banget inspirasi desain walk in closet yang bisa kita adopsi dari Pinterest, Instagram, atau majalah interior. Tapi berikut ini adalah beberapa gaya favorit saya:
1. Scandinavian
Warna netral, rak kayu minimalis, dan pencahayaan alami. Cocok untuk ruang sempit tapi tetap elegan.
2. Industrial
Gunakan rak besi, warna gelap, dan dinding bata ekspos. Kasar tapi stylish.
3. Luxury Glam
Material glossy, lampu gantung kristal, dan rak kaca. Buat yang suka suasana mewah.
4. Japandi (Japanese + Scandinavian)
Nuansa kayu alami, desain clean, dan fungsionalitas tinggi.
5. Boho Chic
Penuh tekstur, keranjang anyaman, warna earthy. Terasa hangat dan personal.
Saya pribadi suka style Japandi karena selain enak dilihat, juga praktis dan nggak cepat membosankan.
Kesimpulan: Walk in Closet sebagai Ruang Pribadi Penuh Gaya
Buat saya, walk in closet bukan cuma tempat simpan baju. Ini adalah ruang personal yang mencerminkan siapa diri kita. Tempat di mana kita mulai hari dengan percaya diri, memilih gaya yang mewakili suasana hati, dan merayakan identitas kita lewat mode.
Nggak perlu rumah besar atau budget besar untuk mewujudkannya. Yang kamu butuh hanya sedikit kreativitas, pemahaman ruang, dan keinginan untuk merawat dirimu sendiri lewat ruang yang indah.
Kalau kamu punya mimpi punya walk in closet, mulailah dari sudut kecil dulu. Pelan-pelan, ruang itu akan tumbuh jadi tempat impianmu sendiri—penuh fungsionalitas dan glamour yang kamu ciptakan.
Di waktu-waktu ini harus selalu prepare untuk bencana apapun itu, cek juga: Bangunan Tahan Gempa: Solusi Hunian Aman di Zona Risiko