Memphis Architecture

JAKARTA, inca-construction.co.id – Pernah melihat bangunan dengan warna mencolok dan bentuk yang terkesan berantakan namun justru menarik perhatian? Pada dasarnya, gaya seperti itu bukan lahir tanpa alasan. Di balik tampilan yang tampak acak dan penuh warna itu terdapat sebuah gerakan desain yang sangat berpengaruh. Gerakan itu bernama Memphis architecture.

Sebagai contoh, bayangkan sebuah ruang tamu dengan rak buku berwarna-warni yang bentuknya melawan kebiasaan. Kakinya tidak seragam, warnanya saling bertabrakan, dan bentuknya seperti mainan anak-anak. Namun demikian, justru di situlah letak keunikannya. Memphis architecture hadir untuk menantang semua aturan baku dalam dunia desain dan bangunan. Gaya ini lahir di Milan, Italia, pada awal tahun 1980-an. Pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia dan masih terasa hingga saat ini.

Asal Usul Memphis Architecture dari Milan Italia

Memphis Architecture

Cerita Memphis architecture bermula pada malam tanggal 6 Desember 1980. Seorang perancang asal Italia bernama Ettore Sottsass mengundang sekelompok perancang muda ke rumahnya di Milan. Mereka berkumpul untuk membahas masa depan dunia desain. Pada dasarnya, semua yang hadir punya kegelisahan yang sama. Mereka bosan dengan gaya desain yang terlalu sederhana dan tanpa warna.

Saat pertemuan berlangsung, piringan hitam milik Bob Dylan berputar berulang kali. Lagu yang terdengar berjudul “Stuck Inside of Mobile with the Memphis Blues Again.” Nama “Memphis” kemudian diambil dari lagu tersebut. Selain itu, kata Memphis juga merujuk pada kota di Tennessee dan ibu kota Mesir kuno. Makna ganda ini dianggap cocok karena gaya desain mereka memang penuh dengan hal yang saling bertolak belakang.

Tiga bulan setelah pertemuan pertama, kelompok ini kembali berkumpul. Mereka membawa ratusan rancangan perabot, kain, dan benda hias. Hasilnya ditampilkan di pameran Salone del Mobile di Milan pada tahun 1981. Pameran ini langsung menggemparkan dunia desain. Maka dari itu, malam itulah yang dianggap sebagai titik lahir Memphis architecture.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Memphis

Memphis architecture tidak lahir begitu saja dari ruang hampa. Gaya ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap arus utama desain pada masa itu. Pada dasarnya, sejak era Bauhaus dan gerakan modern, dunia desain didominasi oleh satu paham. Paham itu berbunyi “bentuk mengikuti fungsi.” Artinya, sebuah benda atau bangunan hanya perlu tampil sesuai kegunaannya. Hiasan dianggap tidak perlu.

Perang Dunia Kedua turut memperkuat gaya yang serba hemat dan tanpa hiasan. Bahan baku yang langka membuat desain menjadi sangat sederhana. Gaya ini bertahan selama puluhan tahun. Oleh karena itu, ketika era 1970-an tiba dengan warna cokelat dan jingga yang monoton, banyak perancang muda merasa jenuh. Mereka ingin sesuatu yang berbeda.

Selain itu, Memphis architecture juga terilhami oleh beberapa gerakan seni sebelumnya. Di antaranya adalah bentuk-bentuk berani dari kubisme dan warna-warna tegas dari De Stijl. Semangat seni jalanan dari gerakan Pop Art era 1960-an juga turut memberi warna. Semua pengaruh ini bercampur dan melahirkan gaya yang benar-benar baru. Gaya yang menolak aturan lama dan merayakan keberanian dalam berkarya.

Ciri Khas Memphis Architecture yang Mudah Dikenali

Salah satu alasan Memphis architecture begitu terkenal adalah tampilannya yang sangat khas. Siapa pun yang pernah melihatnya pasti akan langsung mengenali. Berikut beberapa ciri utama gaya ini:

  • Pertama, penggunaan warna yang sangat berani dan saling bertabrakan. Memphis architecture menggabungkan warna-warna cerah seperti merah muda, kuning, biru, dan hijau dalam satu kesatuan. Warna pastel juga sering dicampur dengan warna neon. Hasilnya sangat mencolok dan jauh dari kesan kalem.
  • Kedua, bentuk-bentuk yang tidak lazim dan asimetris. Memphis architecture menolak garis lurus yang kaku dan bentuk yang seragam. Sebagai gantinya, gaya ini memakai bentuk lengkung, zigzag, segitiga, dan lingkaran yang ditata secara tidak terduga. Hal ini menciptakan kesan main-main namun tetap punya daya tarik tersendiri.
  • Ketiga, pemakaian bahan murah secara sengaja. Salah satu ciri paling berani dari Memphis architecture adalah pilihan bahannya. Kelompok ini sengaja memakai lapisan plastik dan bahan sederhana lainnya. Tujuannya untuk menantang anggapan bahwa desain bagus harus memakai bahan mahal.
  • Keempat, pola dan corak yang sangat kuat. Garis-garis tebal hitam putih, pola bergelombang, dan corak titik-titik menjadi bagian yang tak terpisahkan. Selain itu, pola-pola ini sering tampil berdampingan dengan warna cerah sehingga menciptakan kontras yang sangat tajam.
  • Terakhir, Memphis architecture sengaja mengaburkan batas antara seni tinggi dan budaya rakyat. Perabot yang dirancang kelompok ini sering diberi nama hotel mewah sebagai bentuk sindiran. Dengan kata lain, Memphis architecture bermain di antara keanggunan dan kekonyolan secara sadar.

Tokoh Penting di Balik Memphis Architecture

Gerakan Memphis architecture tidak bisa dipisahkan dari para perancang yang menjadi penggeraknya. Berikut beberapa nama https://www.kimjongiliathemovie.com/learnmore.html yang paling berpengaruh:

  • Pertama, Ettore Sottsass sebagai pendiri dan pemimpin kelompok. Lahir di Austria dan besar di Italia, Sottsass sudah lama gelisah dengan dunia desain yang terlalu serius. Visinya tentang desain yang penuh emosi dan makna menjadi dasar Memphis architecture. Pada tahun 1985, Sottsass memilih mundur untuk fokus pada studio pribadinya.
  • Kedua, Michele De Lucchi yang dikenal dengan rancangan lampu dan perabotnya yang penuh warna. Karyanya menunjukkan bagaimana benda sehari-hari bisa berubah menjadi karya seni. Hal ini sejalan dengan semangat Memphis architecture.
  • Ketiga, Nathalie Du Pasquier yang berasal dari Prancis. Ia bergabung saat masih sangat muda dan dikenal karena pola-pola kainnya yang sangat khas. Selain itu, rancangannya kemudian menjadi pengaruh besar dalam dunia busana dan desain permukaan.
  • Keempat, George Sowden yang berasal dari Inggris. Ia belajar bangunan di Gloucestershire sebelum pindah ke Milan pada tahun 1970. Sowden menjadi salah satu pendiri kelompok Memphis dan terus berkarya hingga kini.
  • Terakhir, Martine Bedin yang juga berasal dari Prancis. Ia bertanggung jawab atas semua rancangan lampu yang diproduksi Memphis. Karyanya yang paling terkenal adalah lampu beroda yang tampak seperti mainan namun penuh makna.

Pengaruh Memphis Architecture pada Budaya Rakyat

Memphis architecture bukan sekadar gerakan dalam dunia bangunan dan desain perabot. Pengaruhnya merambah jauh ke berbagai sisi kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, gaya ini menjadi wajah dari era 1980-an itu sendiri.

Saluran televisi MTV yang baru lahir pada tahun 1981 langsung mengadopsi gaya Memphis. Warna-warna cerah, bentuk-bentuk aneh, dan grafis bergaris kasar menjadi ciri khas tampilan MTV. Selain itu, acara televisi terkenal seperti “Saved by the Bell” juga memakai gaya Memphis dalam tata panggung dan pembukanya. Bahkan set acara “Pee-wee’s Playhouse” penuh dengan unsur Memphis yang sangat kental.

Di sisi lain, dunia busana juga tidak luput dari pengaruhnya. Rumah mode ternama seperti Christian Dior dan Missoni pernah membuat koleksi yang terilhami Memphis architecture. Musisi legendaris David Bowie bahkan dikenal sebagai pengumpul setia karya-karya Memphis. Setelah Bowie meninggal pada tahun 2016, sebagian koleksinya dilelang dan mendapat perhatian besar dari dunia seni.

Memphis Architecture dalam Dunia Bangunan Masa Kini

Secara resmi, kelompok Memphis bubar pada tahun 1987 setelah aktif selama enam tahun. Namun demikian, pengaruh Memphis architecture tidak ikut lenyap. Justru sebaliknya, gaya ini terus menginspirasi generasi baru perancang di seluruh dunia.

Pada tahun 2005, Museum Seni Los Angeles menggelar pameran besar karya Ettore Sottsass. Pameran ini memicu minat baru terhadap Memphis architecture. Selain itu, pada tahun 2014, Nathalie Du Pasquier merancang koleksi pola untuk sebuah merek busana besar. Langkah ini membawa gaya Memphis ke hadapan generasi muda yang belum pernah mengenalnya.

Dalam dunia bangunan masa kini, semangat Memphis architecture tampil dalam berbagai wujud. Beberapa perancang muda mengambil logika warna berani dan bentuk asimetris untuk diterapkan pada bangunan komersial. Oleh karena itu, meskipun bentuknya sudah tidak persis sama dengan era 1980-an, jiwa pemberontak Memphis masih hidup. Gaya ini mengingatkan dunia bahwa bangunan tidak harus selalu serius. Kadang, keberanian dan kegembiraan justru melahirkan karya yang paling berkesan.

Pelajaran dari Memphis Architecture untuk Dunia Desain

Memphis architecture meninggalkan banyak pelajaran berharga. Pada dasarnya, gerakan ini mengajarkan bahwa desain bukan hanya soal fungsi dan kegunaan. Desain juga soal emosi, cerita, dan keberanian untuk tampil beda.

Selain itu, Memphis architecture juga menunjukkan bahwa bahan murah bukan penghalang untuk berkarya. Dengan ide yang kuat dan visi yang jelas, bahan sederhana bisa berubah menjadi karya yang mendunia. Hal ini sangat relevan bagi para perancang muda masa kini yang sering terkendala anggaran.

Di sisi lain, Memphis architecture juga mengingatkan bahwa setiap gerakan besar selalu lahir dari ketidakpuasan. Rasa bosan dan jenuh terhadap keadaan yang sama justru menjadi bahan bakar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Maka dari itu, semangat Memphis akan terus hidup selama masih ada orang yang berani menantang kemapanan.

Kesimpulan

Memphis architecture merupakan salah satu gerakan desain paling berani dalam sejarah dunia bangunan dan seni rupa. Lahir di Milan pada tahun 1980 dari tangan Ettore Sottsass dan kawan-kawannya, gaya ini menantang semua aturan baku. Warna yang bertabrakan, bentuk yang asimetris, dan bahan yang sederhana justru menjadi kekuatan utamanya. Oleh karena itu, meskipun kelompok aslinya sudah bubar sejak tahun 1987, pengaruh Memphis architecture masih terasa kuat. Gaya ini membuktikan bahwa keberanian dalam desain bisa mengubah cara pandang dunia terhadap keindahan dan fungsi sebuah bangunan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Squinch Architecture Teknik Kuno Penopang Kubah Megah

Author