JAKARTA, inca-construction.co.id – Pernahkah terlintas pertanyaan mengapa sebagian bangunan tua di Inggris terlihat megah namun tetap terasa lapang? Jawabannya terletak pada satu gaya yang lahir di awal abad ke-20. Gaya tersebut dikenal sebagai Edwardian arsitektur. In addition, gaya ini muncul sebagai napas segar setelah era Victoria yang penuh hiasan berat dan ruangan gelap.
Bayangkan sebuah rumah di pinggiran London pada tahun 1905. Jendela besarnya membanjiri ruang tamu dengan sinar matahari pagi. Moreover, langit-langit tingginya membuat setiap sudut terasa lega. Detail kayu berukir halus menghiasi setiap pintu masuk. Itulah pesona Edwardian arsitektur yang hingga kini masih memikat para pecinta desain.
Gaya Edwardian arsitektur berkembang pada masa Raja Edward VII. Beliau adalah putra Ratu Victoria yang naik takhta pada tahun 1901. Furthermore, periode ini berlangsung hingga sekitar tahun 1914. Meskipun rentang waktunya singkat, pengaruhnya terhadap dunia desain begitu mendalam. As a result, bangunan bergaya ini tersebar di Inggris, India, Australia, Selandia Baru, dan juga San Francisco.
Sejarah Lahirnya Gaya Edwardian dalam Dunia Arsitektur

Wafatnya Ratu Victoria pada Januari 1901 menandai berakhirnya sebuah era. Era tersebut lekat dengan kemewahan berlebihan dan hiasan rumit. However, Raja Edward VII membawa semangat baru yang lebih terbuka dan modern. In addition, gaya hidupnya banyak dipengaruhi oleh seni dari daratan Eropa.
Kelas menengah yang mulai berkembang pesat menuntut hunian yang nyaman. Mereka menginginkan rumah yang indah sekaligus mudah ditinggali. Moreover, kehadiran gas dan listrik mengubah cara perancang memikirkan cahaya ruangan. Therefore, warna dinding gelap tidak lagi diperlukan untuk menyamarkan jelaga. Warna-warna cerah dan pastel pun mulai banyak digunakan.
Beberapa tokoh besar yang mewarnai gaya Edwardian arsitektur antara lain:
- Sir Edwin Lutyens yang merancang banyak bangunan megah dengan gaya “The Grand Style” dan menjadi nama paling berpengaruh di era tersebut
- Charles Rennie Mackintosh yang memadukan unsur lama dengan sentuhan modern khas Skotlandia secara apik dan menawan
- Giles Gilbert Scott yang dikenal lewat karya bangunan publik bergaya Edwardian Baroque yang megah dan penuh wibawa
Para arsitek pada periode ini secara sadar menolak gaya Victoria. Also, mereka kembali menengok gaya klasik Georgian dari abad ke-18. However, mereka tidak sekadar meniru. Instead, mereka mengolah kembali unsur-unsur tersebut dengan cara yang lebih segar.
Ciri Khas Bagian Luar Bangunan Bergaya Edwardian Arsitektur
Mengenali bangunan bergaya Edwardian arsitektur tidak terlalu sulit. Kuncinya adalah memahami unsur yang membedakannya dari gaya Victoria. Therefore, berikut adalah beberapa ciri khas bagian luar yang menonjol.
Beberapa ciri khas yang mudah dikenali meliputi:
- Batu bata merah yang bagus digunakan pada bagian depan bangunan. However, bagian samping dan belakang sering memakai bahan yang lebih murah
- Jendela bay persegi menjadi penanda khas periode ini. Jendela ini menggantikan jendela bay bulat yang populer di era Victoria sebelumnya
- Atap dengan kemiringan curam menciptakan bentuk yang gagah. In addition, bangunan publik sering dilengkapi kubah di bagian sudut atap
- Bagian depan bangunan tidak selalu simetris. As a result, setiap bangunan memiliki tampilan yang unik dan berbeda satu sama lain
- Teras kayu berukir halus di bagian depan rumah. Also, teras ini menjadi penyambut yang hangat bagi setiap tamu yang datang
- Panel kayu setengah tiang pada bagian atas bangunan. Furthermore, panel ini menciptakan paduan menarik dengan batu bata di bawahnya
- Paduan bahan bangunan seperti batu bata dengan hiasan batu alam. Moreover, gabungan plesteran dan panel kayu menambah kedalaman tampilan
For example, pada bangunan publik bergaya Edwardian Baroque, terdapat unsur tambahan yang lebih megah. Kolom berpasangan bergaya Ionic berdiri gagah di bagian depan. Furthermore, hiasan batu tebal pada lantai dasar menjadi penanda kemewahan. Gaya ini terinspirasi dari bangunan Prancis abad ke-18. Also, karya Sir Christopher Wren turut menjadi acuan utama.
Keindahan Ruang Dalam pada Konsep Edwardian Arsitektur
Jika bagian luar Edwardian arsitektur sudah begitu memukau, bagian dalamnya tidak kalah indah. Dasar utama desain ruang dalam era ini adalah kesederhanaan dan cahaya alami. As a result, setiap sudut ruangan dirancang agar terang dan lapang. Also, suasana yang segar selalu menjadi tujuan utama para perancang.
Beberapa unsur ruang dalam yang menjadi ciri khas Edwardian arsitektur:
- Ruangan yang luas dengan langit-langit tinggi. Therefore, kesan megah dan nyaman tercipta di setiap sudut rumah secara bersamaan
- Jendela sash besar bergaya neo-Georgian dengan enam panel di atas dan dua panel di bawah. Moreover, jendela ini membuat cahaya alami masuk dengan leluasa
- Lantai kayu gelap yang dipoles mengkilap menggantikan karpet tebal era Victoria. In addition, karpet Persia digunakan untuk menambah kehangatan ruangan
- Ubin keramik bermotif indah di lorong dan ruang masuk. Also, ubin ini bersifat bersih sekaligus enak dipandang oleh siapa saja
- Perapian bergaya Art Nouveau dengan lengkungan alami dan ukiran kayu halus. Furthermore, perapian ini menjadi titik pusat di setiap ruangan
- Wallpaper bermotif bunga dengan warna pastel lembut. Moreover, motif ini terinspirasi dari gerakan Art Nouveau yang sedang naik daun
- Pintu panel kayu dengan kaca patri berwarna-warni. As a result, kaca ini menyaring cahaya menjadi warna-warna yang cantik
Warna ruang dalam Edwardian arsitektur sangat berbeda dari era sebelumnya. For example, warna pastel seperti lilac, kuning pucat, dan hijau muda banyak digunakan. Also, kusen pintu dan papan skirting sering dicat putih terang. As a result, paduan ini menciptakan suasana segar dan menyenangkan di seluruh ruangan.
Hal yang Membedakan Edwardian Arsitektur dengan Gaya Victoria
Banyak orang masih sulit membedakan gaya Victoria dan Edwardian arsitektur. Hal ini wajar karena keduanya berasal dari masa yang berdekatan. However, memahami perbedaan keduanya sangat penting. Therefore, berikut adalah perbandingan utama yang perlu diketahui.
Berikut perbedaan utama antara kedua gaya tersebut:
- Hiasan pada Edwardian arsitektur jauh lebih sederhana dan ringan. In contrast, era Victoria dikenal dengan hiasan yang rumit dan berlebihan di setiap sudut
- Cahaya alami menjadi hal utama dalam desain Edwardian. Therefore, jendela dibuat lebih besar dan lebih banyak. Meanwhile, rumah Victoria cenderung gelap
- Tata ruang Edwardian arsitektur lebih terbuka dan mengalir. However, era Victoria menerapkan pembagian ruang yang lebih kaku dan tertutup
- Bahan bangunan pada era Edwardian lebih beragam. For example, batu bata, batu alam, dan panel kayu dipadukan dalam satu bagian depan
- Konsep “garden suburbs” pada Edwardian arsitektur menghadirkan rumah yang mundur dari jalan. As a result, taman depan yang luas tercipta dengan indah
Additionally, penggunaan beton bertulang mulai berkembang luas pada era Edwardian. Kerangka beton ini bisa dilapisi batu bata untuk bangunan mewah. Also, beton polos digunakan untuk bangunan yang lebih sederhana. Therefore, cara baru ini menjadi dasar penting bagi dunia bangunan modern.
Bangunan Terkenal Bergaya EdwardianArsitektur di Dunia
Warisan Edwardian arsitektur tersebar di berbagai penjuru dunia. Hal ini membuktikan betapa luas pengaruh gaya ini. Moreover, setiap bangunan terkenal menyimpan cerita tentang kemegahan pada masanya.
Beberapa bangunan paling terkenal yang mewakili Edwardian arsitektur:
- The Ritz Hotel di London dibuka pada tahun 1906. Hotel ini merupakan karya Charles Mewes. Furthermore, bagian depannya memadukan gaya klasik dan Edwardian dengan kolom yang gagah
- Admiralty Arch di London dibangun atas perintah Raja Edward VII. Also, bangunan ini merupakan tanda hormat bagi ibunya, Ratu Victoria. Tiga lengkungan batunya berdiri megah di ujung Pall Mall
- Lancaster House di Manchester merupakan contoh luar biasa dari Edwardian Baroque. Moreover, bangunan ini dibangun dengan kerangka baja berlapis batu bata merah dan terakota cokelat
- His Majesty’s Theatre di Perth, Australia, diyakini sebagai salah satu dari dua teater serupa yang masih berdiri di dunia hingga saat ini
- Berbagai bangunan bersejarah di India menjadikan negara tersebut pemilik koleksi Edwardian arsitektur terbesar di luar Inggris
In conclusion, keberadaan bangunan ini membuktikan satu hal penting. Edwardian arsitektur bukan sekadar gaya daerah. Instead, gaya ini merupakan gerakan desain dunia yang meninggalkan jejak tetap.
Pengaruh EdwardianArsitektur terhadap Desain Masa Kini
Meskipun lahir lebih dari satu abad lalu, dasar-dasar Edwardian arsitektur masih sangat sesuai dengan tren saat ini. Therefore, banyak arsitek masa kini yang mengambil unsur penting dari gaya ini.
Beberapa dasar Edwardian arsitektur yang masih dipakai dalam desain masa kini:
- Penekanan pada cahaya alami dan ruang terbuka. Moreover, hal ini kini menjadi patokan utama dalam merancang hunian modern di seluruh dunia
- Penggunaan bahan alami yang bagus seperti kayu, batu, dan batu bata. Furthermore, bahan ini kembali diminati seiring tren ramah lingkungan
- Konsep tata ruang mengalir tanpa sekat kaku. As a result, konsep open plan living yang populer saat ini berakar dari era Edwardian
- Paduan ruang hijau dan taman sebagai bagian penting dari desain hunian. Also, hal ini sejalan dengan gerakan biophilic design yang sedang naik daun
- Keseimbangan antara keindahan dan fungsi. Therefore, dasar ini menjadi pegangan abadi dalam setiap era desain bangunan
Bagi pemilik rumah bergaya Edwardian, tren perbaikan saat ini menekankan satu hal penting. Unsur asli seperti kaca patri, hiasan plesteran, perapian, dan lantai parket harus tetap dijaga. However, kenyamanan modern juga perlu ditambahkan secara bijak. Finally, cara ini memastikan bahwa warisan Edwardian arsitektur tetap hidup untuk anak cucu.
Kesimpulan
Edwardian arsitektur merupakan salah satu gaya bangunan paling elegan dalam sejarah desain dunia. Gaya ini lahir pada masa Raja Edward VII di awal abad ke-20. Moreover, gaya ini menghadirkan paduan sempurna antara kemegahan klasik dan kenyamanan modern. Furthermore, dengan penekanan pada cahaya alami dan ruang yang luas, Edwardian arsitektur berhasil menciptakan patokan baru.
Warisan gaya ini tersebar di berbagai belahan dunia. Also, dari jalanan London hingga pinggiran kota Melbourne, jejaknya mudah ditemukan. Therefore, dasar-dasarnya tentang kesederhanaan dan cahaya alami tetap menjadi acuan bagi para arsitek. In conclusion, Edwardian arsitektur bukan sekadar gaya dari masa lalu. Gaya ini merupakan cara pandang desain abadi yang terus menginspirasi dunia bangunan di masa depan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Arsitektur Queen Anne Sejarah Ciri Khas dan Bangunannya
