Biophilic Architecture

Biophilic architecture atau arsitektur biophilic adalah pendekatan desain yang mengintegrasikan unsur-unsur alam ke dalam lingkungan buatan manusia. Dengan meningkatnya urbanisasi dan perubahan gaya hidup modern, manusia semakin terputus dari alam. Konsep arsitektur biophilic bertujuan untuk mengembalikan hubungan tersebut melalui desain yang lebih alami, berkelanjutan, dan sehat. Artikel ini akan membahas prinsip utama biophilic architecture, manfaatnya, serta contoh penerapannya dalam desain bangunan.

Prinsip Utama Biophilic Architecture

Biophilic Design in Architecture | illustrarch

Arsitektur biophilic bukan sekadar menambahkan tanaman ke dalam bangunan, tetapi juga melibatkan strategi desain yang lebih dalam. Berikut adalah prinsip utama yang mendukung konsep ini:

1. Integrasi Elemen Alam

Elemen alam seperti cahaya matahari, air, udara segar, serta vegetasi menjadi bagian utama dalam desain bangunan biophilic. Penggunaan jendela besar, taman vertikal, dan ruang terbuka hijau membantu menghadirkan elemen-elemen ini ke dalam ruang hidup manusia.

2. Pemanfaatan Material Alami

Penggunaan bahan seperti kayu, batu, dan tanah liat dalam desain interior dan eksterior menciptakan nuansa alami yang lebih dekat dengan lingkungan luar. Material ini tidak hanya memberikan estetika Biophilic Architecture yang menenangkan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

3. Pola dan Bentuk yang Terinspirasi dari Alam

Desain biophilic sering mengadopsi pola organik dan bentuk alami yang ditemukan di lingkungan alam, seperti lengkungan, struktur cabang pohon, dan geometri alami. Hal ini menciptakan kenyamanan visual dan meningkatkan kesejahteraan psikologis penghuni.

4. Pencahayaan dan Sirkulasi Udara yang Optimal

Cahaya alami memainkan peran penting dalam arsitektur biophilic. Bangunan dirancang dengan bukaan besar untuk memaksimalkan pencahayaan matahari serta sistem ventilasi alami yang mendukung sirkulasi udara yang sehat.

5. Ruang Terbuka Hijau Biophilic Architecture

Taman atap, taman vertikal, dan atrium hijau adalah elemen penting dalam desain biophilic. Ruang terbuka hijau ini membantu mengurangi stres, meningkatkan kenyamanan termal, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

6. Hubungan dengan Lanskap Sekitar

Biophilic architecture tidak hanya terbatas pada elemen dalam bangunan tetapi juga melibatkan koneksi dengan lanskap alami di sekitarnya. Orientasi bangunan yang menyesuaikan dengan ekosistem lokal dapat meningkatkan hubungan manusia dengan lingkungan.

Manfaat Biophilic Architecture

Arsitektur biophilic bukan hanya sekadar tren desain, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, produktivitas, serta keberlanjutan lingkungan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penerapan biophilic architecture:

1. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan

Desain yang menyertakan unsur alam terbukti mengurangi stres, meningkatkan mood, serta mempercepat pemulihan fisik dan mental. Kehadiran vegetasi dan udara segar juga membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

2. Meningkatkan Produktivitas Biophilic Architecture

Di lingkungan kerja, konsep biophilic architecture dapat meningkatkan konsentrasi dan kreativitas. Studi menunjukkan bahwa pekerja yang berada di ruang dengan elemen alami memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungan kerja konvensional.

3. Mengurangi Konsumsi Energi

Dengan mengoptimalkan pencahayaan alami dan ventilasi, bangunan biophilic dapat mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan dan sistem pendingin udara, sehingga membantu efisiensi energi dan mengurangi jejak karbon.

4. Meningkatkan Kualitas Ruang Hidup Biophilic Architecture

Bangunan dengan desain biophilic menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan harmonis. Ruang yang memiliki interaksi dengan alam cenderung lebih menarik dan meningkatkan kualitas hidup penghuni.

5. Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

Dengan menggunakan material ramah lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, dan mengurangi limbah konstruksi, biophilic architecture berkontribusi dalam upaya keberlanjutan dan pelestarian alam.

Contoh Penerapan Biophilic Architecture

Why Biophilic Architecture is Set to Change the World | Christie's  International Real Estate

Beberapa bangunan di dunia telah menerapkan prinsip biophilic architecture dalam desain mereka. Berikut adalah beberapa contoh inspiratif:

1. Bosco Verticale, Milan

Bosco Verticale atau “Hutan Vertikal” adalah kompleks apartemen di Milan yang dirancang dengan konsep taman vertikal. Gedung ini memiliki lebih dari 900 pohon dan ribuan tanaman yang berfungsi untuk menyerap polusi udara serta menyediakan ruang hijau bagi penghuni.

2. The Edge, Amsterdam

Gedung perkantoran The Edge di Amsterdam dirancang dengan pencahayaan alami maksimal, ruang hijau dalam ruangan, serta sistem ventilasi alami yang membuatnya menjadi salah satu bangunan paling ramah lingkungan di dunia.

3. Jewel Changi Airport, Singapura

Jewel Changi Airport merupakan contoh sempurna bagaimana Biophilic Architecture dapat diterapkan dalam ruang publik. Dengan air terjun indoor terbesar di dunia, taman tropis, serta pencahayaan alami, bangunan ini menghadirkan pengalaman yang unik bagi pengunjung.

4. The Green School, Bali

Sekolah ini dibangun dengan material alami seperti bambu dan memanfaatkan konsep terbuka yang memungkinkan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Desainnya mendukung keberlanjutan dan edukasi tentang pentingnya hubungan manusia dengan alam.

5. Parkroyal on Pickering, Singapura

Hotel ini dikenal dengan desain hijau yang menampilkan taman gantung dan lanskap alami yang tersebar di berbagai lantainya. Dengan pendekatan ini, Parkroyal berhasil mengurangi konsumsi energi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi pengunjungnya.

Kesimpulan

Biophilic architecture adalah pendekatan desain yang mengintegrasikan alam ke dalam lingkungan binaan untuk menciptakan ruang yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan prinsip utama seperti penggunaan material alami, pencahayaan alami, serta ruang hijau yang luas, konsep ini memberikan manfaat besar bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan alam, arsitektur biophilic menjadi solusi yang relevan untuk masa depan desain bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga artikel berikut: Arsitektur Gotik Tinggi: Detail Rumit dan Keindahan Vertikal

Author

By Juwita