JAKARTA, inca-construction.co.id – Di antara ratusan gaya bangunan yang pernah muncul sepanjang sejarah, satu gaya berhasil mengubah wajah seluruh kota besar di dunia. Moreover, gaya tersebut adalah Arsitektur Kekaisaran Kedua atau yang dikenal dengan istilah Second Empire. Furthermore, gaya ini lahir di Paris pada pertengahan abad ke-19 di bawah pemerintahan Napoleon III. Additionally, dalam waktu kurang dari dua dekade, gaya ini menyebar ke seluruh Eropa dan benua Amerika.
However, apa yang membuat Arsitektur Kekaisaran Kedua begitu istimewa? Therefore, jawabannya terletak pada perpaduan kemegahan, kecanggihan teknis, dan simbol kekuasaan yang terpancar dari setiap bangunannya. Moreover, gaya ini bukan sekadar tren sesaat melainkan sebuah pernyataan politik dan budaya yang mengubah cara dunia memandang sebuah kota modern.
Sejarah Lahirnya Arsitektur Kekaisaran Kedua di Paris

Arsitektur Kekaisaran Kedua lahir ketika Louis-Napoleon Bonaparte atau Napoleon III menjadi penguasa Prancis pada tahun 1852. Moreover, saat itu Paris masih berupa kota dengan gang-gang sempit abad pertengahan yang padat dan kumuh. Furthermore, Napoleon III memiliki ambisi besar untuk mengubah Paris menjadi kota paling modern dan megah di seluruh Eropa.
Additionally, untuk mewujudkan ambisinya, Napoleon III menunjuk Baron Georges-Eugene Haussmann sebagai perancang pembangunan ulang kota Paris. Moreover, Haussmann merombak total wajah kota dengan membuat jalan-jalan raya lebar yang disebut boulevard. Also, sepanjang boulevard tersebut dibangun deretan gedung apartemen dengan atap mansard berwarna keperakan yang menjadi tanda khas hingga saat ini.
Furthermore, gaya ini disebut Kekaisaran Kedua karena merujuk pada masa pemerintahan kedua dinasti Bonaparte di Prancis. First, kekaisaran pertama dipimpin oleh Napoleon I dari tahun 1804 hingga 1815. Second, kekaisaran kedua dipimpin oleh keponakannya, Napoleon III, dari tahun 1852 hingga 1870. Therefore, nama Arsitektur Kekaisaran Kedua langsung merujuk pada era Napoleon III yang menjadi pendorong utama lahirnya gaya bangunan ini.
Ciri Khas Utama Arsitektur Kekaisaran Kedua
Ciri paling mudah dikenali dari Arsitektur Kekaisaran Kedua adalah penggunaan atap mansard. Moreover, atap mansard memiliki bentuk unik dengan dua tingkat kemiringan pada keempat sisinya. Furthermore, bagian bawah atap memiliki kemiringan yang sangat curam sementara bagian atasnya hampir datar. As a result, bentuk ini menciptakan ruang tambahan yang bisa digunakan sebagai lantai penuh di bawah atap.
Additionally, atap mansard dinamai berdasarkan nama arsitek Prancis abad ke-17 bernama Francois Mansart. Moreover, Mansart mengembangkan bentuk atap ini saat merenovasi istana Louvre. Furthermore, pada era Napoleon III, atap mansard dihidupkan kembali dan menjadi simbol kemajuan serta kemewahan.
Selain atap mansard, beberapa ciri khas lain dari gaya ini meliputi:
- Jendela dormer yang menonjol dari permukaan atap mansard untuk memberikan cahaya dan sirkulasi udara
- Deretan konsol atau braket hias di bawah tepi atap yang menambah kesan mewah
- Penggunaan batu alam, bata, atau besi tuang sebagai bahan bangunan utama
- Tata letak denah yang simetris dengan sumbu tengah sebagai pusat desain
- Menara atau elemen menyerupai menara di sudut atau bagian tengah bangunan
- Hiasan klasik yang kaya seperti pilar, pilaster, dan bingkai jendela berukir
- Pagar besi tempa atau hiasan logam di puncak atap yang disebut cresting
Bangunan Penting Bergaya Arsitektur Kekaisaran Kedua
Beberapa bangunan paling terkenal di dunia dibangun dengan gaya Arsitektur Kekaisaran Kedua. Moreover, bangunan-bangunan ini menjadi bukti nyata kemegahan dan kecanggihan gaya yang lahir di era Napoleon III. Furthermore, setiap bangunan memiliki keunikan tersendiri meskipun sama-sama mengusung prinsip dasar gaya ini.
Bangunan pertama yang menjadi contoh utama adalah perluasan Istana Louvre di Paris. Additionally, proyek ini dirancang oleh Louis Visconti dan Hector Lefuel pada tahun 1850-an. Moreover, desain Louvre inilah yang menjadi acuan bagi seluruh bangunan Arsitektur Kekaisaran Kedua di seluruh dunia.
Furthermore, Opera Garnier di Paris yang dirancang oleh Charles Garnier antara tahun 1861 hingga 1874 menjadi puncak kemegahan gaya ini. Also, bangunan ini menampilkan perpaduan gaya Barok dan Renaisans dengan atap mansard serta hiasan yang sangat kaya. As a result, Opera Garnier sering disebut sebagai mahakarya terbesar dari era Kekaisaran Kedua.
Di Amerika Serikat, beberapa contoh terkenal meliputi:
- Galeri Renwick di Washington yang dirancang James Renwick pada tahun 1859 sebagai bangunan gaya Kekaisaran Kedua pertama di negara tersebut
- Old Executive Office Building di Washington yang dibangun pada tahun 1871 dengan desain megah dari Alfred B. Mullett
- Philadelphia City Hall yang dibangun antara tahun 1871 hingga 1881 dengan atap mansard berhias puncak logam
Arsitektur Kekaisaran Kedua Menyebar ke Seluruh Dunia
Penyebaran Arsitektur Kekaisaran Kedua ke seluruh dunia terjadi berkat dua pameran besar yang digelar di Paris. Moreover, Exposition Universelle pada tahun 1855 dan 1867 menarik jutaan pengunjung dari berbagai negara. Furthermore, para pengunjung tersebut kagum melihat bangunan-bangunan baru di Paris dengan atap mansard yang megah. As a result, mereka pulang ke negaranya dengan membawa inspirasi untuk meniru gaya tersebut.
Additionally, di Amerika Serikat, gaya ini mencapai puncak kepopulerannya antara tahun 1855 hingga 1885. Moreover, arsitek Alfred B. Mullett yang menjabat sebagai kepala arsitek di Departemen Keuangan merancang puluhan gedung pemerintah bergaya Kekaisaran Kedua di berbagai kota besar. Therefore, gaya ini tersebar luas dari Washington hingga Boston, Philadelphia, dan New York.
Furthermore, di Kanada, gaya ini mendapat sambutan khusus karena pengaruh budaya Prancis yang kuat di wilayah Quebec dan Montreal. Also, di Eropa sendiri, kota-kota besar seperti Brussels, Wina, dan London juga mengadopsi elemen dari gaya ini untuk membangun gedung pemerintah dan bangunan umum. However, setelah Prancis kalah dalam Perang Franco-Prusia tahun 1871 dan krisis ekonomi melanda dunia barat tahun 1873, gaya ini mulai kehilangan pamornya secara bertahap.
Keunikan Atap Mansard dalam Gaya Kekaisaran Kedua
Atap mansard menjadi elemen paling penting dan paling mudah dikenali dari Arsitektur Kekaisaran Kedua. Moreover, para ahli sejarah bangunan bahkan menyatakan bahwa setiap bangunan dengan atap mansard otomatis digolongkan ke dalam gaya ini. Furthermore, keunggulan utama atap mansard terletak pada fungsinya yang menggabungkan keindahan dengan kepraktisan.
Atap mansard bisa memiliki berbagai bentuk kemiringan yang berbeda pada bagian bawahnya:
- Bentuk lurus dengan sudut kemiringan yang tajam dan tegas
- Bentuk cembung yang melengkung ke luar memberikan kesan lebih lembut
- Bentuk cekung yang melengkung ke dalam menciptakan tampilan yang lebih ramping
- Bentuk huruf S yang menggabungkan lengkungan cembung dan cekung sekaligus
Additionally, bagian permukaan atap mansard biasanya dilapisi dengan batu tulis atau sirap kayu. Moreover, beberapa bangunan mewah menggunakan batu tulis berwarna yang disusun membentuk pola hias tertentu. Furthermore, jendela dormer pada atap mansard sering kali dihias dengan bingkai berukir dan tudung hias yang menambah kemegahan tampilan bangunan secara keseluruhan.
Perbandingan dengan Gaya Bangunan Serupa
Arsitektur Kekaisaran Kedua sering dibandingkan dengan gaya Italianate yang juga populer pada era yang sama. Moreover, kedua gaya ini memiliki beberapa kesamaan yang membuat orang awam kadang sulit membedakannya. Furthermore, kesamaan tersebut meliputi penggunaan konsol hias di bawah tepi atap, bingkai jendela dan pintu yang rumit, serta jendela berupa lengkungan.
However, perbedaan utama terletak pada bentuk atap. Additionally, bangunan bergaya Italianate menggunakan atap datar atau atap pelana biasa. Moreover, bangunan Arsitektur Kekaisaran Kedua selalu menggunakan atap mansard sebagai tanda pengenal utamanya. Therefore, beberapa ahli bahkan menyebut gaya Kekaisaran Kedua sebagai “Italianate dengan atap mansard” karena kesamaan elemen lain di luar atapnya.
Furthermore, gaya ini juga berbeda dari gaya Kebangkitan Gotik yang menonjolkan lengkungan lancip dan menara runcing. Also, gaya Kekaisaran Kedua lebih mengandalkan bentuk klasik dan proporsi yang seimbang. As a result, bangunan bergaya ini memberikan kesan formal, kokoh, dan penuh kemewahan dibandingkan gaya Gotik yang lebih dramatis dan vertikal.
Warisan dan Pengaruh Arsitektur Kekaisaran Kedua Saat Ini
Meskipun era keemasan Arsitektur Kekaisaran Kedua sudah berlalu lebih dari 150 tahun lalu, warisannya masih terasa hingga saat ini. Moreover, boulevard-boulevard Paris yang dibangun pada era Haussmann tetap menjadi kerangka utama tata kota Paris modern. Furthermore, bangunan-bangunan dengan atap mansard khas masih berdiri kokoh dan menjadi daya tarik wisata utama di berbagai kota di dunia.
Additionally, elemen atap mansard masih sering digunakan dalam desain bangunan masa kini. Moreover, para arsitek modern kadang mengadopsi bentuk atap ini untuk menciptakan kesan klasik dan mewah pada rumah tinggal atau bangunan komersial. Furthermore, prinsip penataan kota yang diterapkan Haussmann seperti boulevard lebar, taman kota, dan sistem saluran air bersih menjadi dasar perencanaan kota modern di seluruh dunia.
Therefore, Arsitektur Kekaisaran Kedua bukan sekadar gaya bangunan dari masa lalu. As a result, gaya ini merupakan tonggak penting dalam sejarah desain kota dan bangunan yang mengubah cara manusia membangun dan merencanakan kota secara menyeluruh.
Kesimpulan
Arsitektur Kekaisaran Kedua merupakan gaya bangunan megah yang lahir di Paris pada era pemerintahan Napoleon III antara tahun 1852 hingga 1870. Moreover, ciri khas utamanya adalah penggunaan atap mansard dengan dua tingkat kemiringan yang menciptakan ruang tambahan di bawah atap. Furthermore, Baron Haussmann merombak wajah Paris dengan boulevard lebar dan deretan gedung bertanda khas gaya ini. Additionally, gaya Arsitektur Kekaisaran Kedua kemudian menyebar ke seluruh dunia berkat pameran besar di Paris pada tahun 1855 dan 1867. Therefore, warisan gaya ini masih terasa hingga saat ini melalui bangunan bersejarah yang tetap berdiri kokoh dan prinsip penataan kota modern yang masih digunakan di berbagai belahan dunia.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Arsitektur Beaux-Arts Gaya Bangunan Klasik Paling Megah
