JAKARTA, inca-construction.co.id – Dunia arsitektur terus mengalami transformasi yang menarik untuk diamati. Salah satu konsep yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan arsitek dan desainer interior adalah resimercial design. Konsep ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan ruang kerja modern yang tidak lagi kaku seperti kantor konvensional, melainkan menghadirkan kehangatan layaknya berada di rumah sendiri. Fenomena ini semakin menguat pasca pandemi, ketika jutaan pekerja terbiasa bekerja dari rumah dan enggan kembali ke kantor dengan suasana steril yang membosankan.
Sebuah survei dari berbagai perusahaan di Indonesia menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di lingkungan nyaman cenderung memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi. Hal inilah yang mendorong banyak perusahaan mulai melirik konsep resimercial design sebagai solusi untuk menarik kembali karyawan ke kantor sekaligus meningkatkan performa kerja mereka.
Memahami Konsep Resimercial Design dalam Arsitektur

Istilah resimercial design pertama kali diperkenalkan pada konferensi NeoCon tahun 2017. Kata ini merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu residential yang berarti hunian dan commercial yang berarti komersial. Secara sederhana, resimercial design adalah pendekatan arsitektur dan desain interior yang memadukan elemen kehangatan rumah dengan fungsi profesional ruang komersial.
Konsep arsitektur resimercial design ini menolak gagasan bahwa ruang kerja harus tampil institusional dan steril untuk terlihat serius. Sebaliknya, pendekatan ini mengakui bahwa manusia merespons secara positif terhadap lingkungan yang memiliki isyarat kenyamanan seperti di rumah. Elemen furnitur bergaya hunian, material alami, pencahayaan variatif, dan sentuhan personal menjadi ciri khas yang membedakan konsep ini dari desain kantor konvensional.
Prinsip Dasar Arsitektur Resimercial Design
Penerapan resimercial design dalam arsitektur memerlukan pemahaman mendalam tentang keseimbangan antara kenyamanan dan fungsionalitas. Berikut prinsip dasar yang menjadi fondasi konsep ini:
- Keseimbangan antara elemen residential dan commercial tanpa mengorbankan profesionalitas
- Penggunaan material berkualitas tinggi yang tahan terhadap penggunaan intensif
- Fleksibilitas tata ruang yang mendukung berbagai aktivitas kerja
- Integrasi teknologi dengan estetika yang harmonis
- Penciptaan zona berbeda untuk kebutuhan yang beragam
- Penerapan konsep biophilic design dengan menghadirkan unsur alam
- Perhatian khusus pada kualitas pencahayaan dan akustik ruangan
Prinsip ini menjadi panduan bagi arsitek dalam merancang ruang yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung kesejahteraan penghuninya. Berbeda dengan desain kantor tradisional yang memprioritaskan efisiensi dan pengawasan, resimercial design menempatkan pengalaman manusia sebagai prioritas utama.
Elemen Arsitektural dalam Resimercial Design
Keberhasilan penerapan resimercial design sangat bergantung pada pemilihan elemen arsitektural yang tepat. Material alami seperti kayu, batu, dan tanaman hijau menjadi komponen penting untuk menciptakan atmosfer hangat dan menyambut. Penggunaan material ini bukan sekadar tren, melainkan respons terhadap kebutuhan manusia akan koneksi dengan alam.
Pemilihan Material Alami
Kayu menjadi material favorit dalam konsep resimercial design karena kemampuannya menghadirkan kehangatan visual dan taktil. Panel kayu pada dinding, lantai parket, atau aksen kayu pada furnitur dapat mengubah suasana kantor yang dingin menjadi lebih bersahabat. Batu alam juga sering digunakan untuk menciptakan focal point yang menarik sekaligus memberikan kesan solid dan natural.
Tekstur dan Pola Homey
Kain bertekstur lembut, pencahayaan hangat, dan pola cozy menjadi ciri khas yang membedakan ruang resimercial dari kantor konvensional. Sofa empuk menggantikan kursi plastik, karpet area mengurangi kebisingan sekaligus menambah kenyamanan, dan tirai berbahan natural menggantikan blinds kaku yang umum ditemukan di perkantoran tradisional.
Penerapan Resimercial Design pada Tata Ruang Kantor
Konsep arsitektur resimercial design mengubah paradigma tata ruang kantor secara fundamental. Jika dulu kubikel menjadi standar, kini ruang terbuka dengan zona berbeda menjadi pilihan utama. Pendekatan ini menciptakan variasi lingkungan dalam satu kesatuan yang kohesif, memungkinkan pengguna memilih setting yang sesuai dengan aktivitas mereka.
Beberapa zona yang umumnya ada dalam kantor berkonsep resimercial meliputi:
- Area lounge dengan sofa nyaman untuk diskusi informal dan brainstorming
- Ruang fokus dengan pencahayaan terkontrol untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi
- Dapur komunal bergaya kafe untuk interaksi sosial dan istirahat
- Ruang rapat dengan meja bergaya dining untuk pertemuan yang lebih hangat
- Sudut hijau dengan tanaman untuk relaksasi dan refreshing
- Area kolaborasi dengan furnitur modular yang dapat diatur ulang
Pencahayaan sebagai Kunci Resimercial Design
Salah satu aspek terpenting dalam arsitektur resimercial design adalah penanganan pencahayaan. Lampu neon yang menyilaukan digantikan dengan pencahayaan berlapis yang menciptakan suasana tenang namun tetap fungsional. Kombinasi cahaya alami melalui jendela besar dengan pencahayaan buatan yang dapat disesuaikan menjadi standar baru dalam desain kantor modern.
Pencahayaan dalam konsep resimercial tidak hanya soal intensitas, tetapi juga temperatur warna. Di pagi hari, cahaya dengan temperatur lebih tinggi sekitar 4100 Kelvin dapat meningkatkan kewaspadaan. Menjelang sore, temperatur diturunkan ke 3000 hingga 3500 Kelvin untuk menciptakan suasana lebih rileks. Teknologi smart lighting memungkinkan pengaturan otomatis yang mengikuti ritme sirkadian manusia.
Furnitur Resimercial untuk Ruang Komersial
Tantangan utama dalam penerapan resimercial design adalah menemukan furnitur yang memiliki estetika residential namun kualitas commercial. Furnitur rumah biasa tidak dirancang untuk penggunaan intensif di lingkungan kantor dengan traffic tinggi. Oleh karena itu, banyak produsen furnitur kini mengembangkan lini produk khusus yang menggabungkan kedua karakteristik tersebut.
Karakteristik furnitur resimercial yang ideal mencakup:
- Tampilan hangat dan inviting seperti furnitur rumah
- Konstruksi kokoh yang mampu menahan penggunaan intensif
- Material yang mudah dibersihkan dan tahan noda
- Kain pelapis yang memenuhi standar keamanan komersial
- Ergonomi yang mendukung kesehatan pengguna
- Fleksibilitas untuk diatur ulang sesuai kebutuhan
Manfaat Arsitektur Resimercial Design bagi Perusahaan
Investasi dalam resimercial design memberikan berbagai keuntungan nyata bagi perusahaan. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan terbukti mampu meningkatkan kepuasan karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada produktivitas dan loyalitas mereka terhadap perusahaan.
Peningkatan Produktivitas
Karyawan yang merasa nyaman di tempat kerja cenderung lebih fokus dan produktif. Ruang yang dirancang dengan baik mengurangi stres dan kelelahan, memungkinkan karyawan untuk bekerja dengan performa optimal sepanjang hari.
Daya Tarik Rekrutmen
Di era persaingan talent yang ketat, lingkungan kerja menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan kandidat. Kantor dengan desain resimercial memberikan kesan positif dan menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap kesejahteraan karyawannya.
Kolaborasi yang Lebih Baik
Zona informal dengan furnitur nyaman mendorong interaksi spontan antar karyawan. Diskusi yang terjadi di area lounge seringkali menghasilkan ide inovatif yang tidak muncul dalam setting rapat formal.
Tantangan dalam Menerapkan Resimercial Design
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, penerapan resimercial design juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Tidak semua jenis bisnis cocok dengan pendekatan ini, dan keseimbangan antara kenyamanan dengan profesionalitas harus dijaga dengan cermat.
Bisnis dengan karakter sangat formal atau tradisional mungkin menemukan bahwa elemen residential terasa kurang sesuai dengan citra perusahaan. Selain itu, biaya implementasi resimercial design umumnya lebih tinggi dibandingkan desain kantor konvensional karena memerlukan material dan furnitur berkualitas premium.
Keahlian desainer juga menjadi faktor krusial. Menciptakan keseimbangan yang tepat antara kehangatan rumah dan profesionalitas kantor membutuhkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan spesifik pengguna dan karakteristik bisnis. Kesalahan dalam eksekusi dapat menghasilkan ruang yang terasa terlalu kasual atau justru masih terlalu kaku.
Tren Resimercial Design Terkini dalam Arsitektur
Perkembangan resimercial design terus mengalami evolusi seiring dengan perubahan cara kerja dan preferensi generasi baru. Beberapa tren terkini yang patut diperhatikan dalam dunia arsitektur meliputi:
- Integrasi teknologi pintar untuk pengaturan pencahayaan dan temperatur otomatis
- Penggunaan material ramah lingkungan dan berkelanjutan
- Penerapan konsep biophilic yang lebih intensif dengan taman indoor
- Acoustic design yang lebih sophisticated untuk menangani kebisingan
- Ruang wellness seperti area meditasi dan fitness mini
- Fleksibilitas ruang untuk mendukung model kerja hybrid
Implementasi ResimercialDesign di Indonesia
Konsep resimercial design mulai mendapatkan perhatian serius di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Perusahaan teknologi dan startup menjadi pionir dalam mengadopsi pendekatan ini, diikuti oleh sektor kreatif dan layanan profesional.
Adaptasi konsep resimercial untuk konteks Indonesia memerlukan pertimbangan khusus terkait iklim tropis, budaya kerja lokal, dan ketersediaan material. Arsitek Indonesia mulai mengembangkan interpretasi lokal yang menggabungkan prinsip resimercial dengan kearifan arsitektur nusantara, menciptakan ruang kerja yang tidak hanya nyaman tetapi juga memiliki identitas kultural yang kuat.
Tips Memulai Proyek Arsitektur ResimercialDesign
Bagi perusahaan yang tertarik menerapkan konsep resimercial design, berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan:
- Lakukan survei kebutuhan dan preferensi karyawan terlebih dahulu
- Tentukan anggaran yang realistis dengan mempertimbangkan investasi jangka panjang
- Pilih arsitek atau desainer interior yang berpengalaman dalam konsep ini
- Mulai dari area dengan dampak tertinggi seperti lounge atau ruang kolaborasi
- Gunakan furnitur berkualitas commercial dengan estetika residential
- Perhatikan aspek teknis seperti pencahayaan, akustik, dan sirkulasi udara
- Libatkan karyawan dalam proses desain untuk meningkatkan rasa kepemilikan
- Evaluasi dan sesuaikan secara berkala berdasarkan feedback pengguna
Kesimpulan
Resimercial design telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar tren sesaat dalam dunia arsitektur. Konsep yang memadukan kehangatan rumah dengan fungsionalitas ruang komersial ini menjawab kebutuhan fundamental manusia akan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung produktivitas. Dengan prinsip keseimbangan antara elemen residential dan commercial, penggunaan material alami, pencahayaan yang tepat, serta furnitur berkualitas, resimercial design mampu mentransformasi kantor konvensional menjadi ruang yang inspiratif. Tantangan dalam implementasi seperti biaya dan kebutuhan keahlian khusus dapat diatasi dengan perencanaan matang dan pemilihan partner desain yang tepat. Di Indonesia, konsep ini terus berkembang dengan adaptasi yang sesuai konteks lokal, menjadikannya pilihan menarik bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan kesejahteraan karyawan mereka.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Open Plan Living Konsep Hunian Modern Tanpa Sekat Masif
