JAKARTA, inca-construction.co.id – Dunia arsitektur dan desain interior terus berputar mengikuti selera zaman yang selalu berubah. Grandmillennial Style muncul sebagai tren yang membawa kembali pesona klasik ke dalam hunian modern dengan sentuhan yang lebih segar. Gaya ini menjadi jawaban bagi generasi muda yang merindukan kehangatan rumah nenek namun tetap ingin tampil kekinian. Perpaduan antara nostalgia dan estetika kontemporer menjadikan Grandmillennial Style pilihan menarik untuk menciptakan hunian yang penuh karakter.
Mengenal Konsep Grandmillennial Style

Grandmillennial Style merupakan gaya desain yang menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern yang segar. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh majalah House Beautiful pada tahun 2019 untuk menggambarkan tren yang sedang naik di kalangan generasi milenial. Kata “grand” merujuk pada kemegahan klasik, sementara “millennial” menunjukkan generasi yang mengadopsinya.
Berbeda dari gaya minimalis yang mendominasi beberapa dekade terakhir, Grandmillennial Style justru merayakan ornamen dan detail dekoratif. Motif floral, renda, chintz, dan wallpaper bermotif yang dulu dianggap kuno kini tampil dengan interpretasi baru yang lebih berani. Generasi muda tidak lagi malu menampilkan koleksi antik atau furnitur warisan keluarga di rumah mereka.
Filosofi di balik Grandmillennial Style adalah penghargaan terhadap kerajinan tangan dan barang berkualitas yang bertahan lama. Berbanding terbalik dengan budaya fast furniture yang menghasilkan limbah besar, gaya ini mendorong penggunaan furnitur klasik yang bisa diwariskan antar generasi. Aspek keberlanjutan ini menjadi nilai tambah yang menarik bagi generasi yang peduli lingkungan.
Ciri Khas Grandmillennial Style dalam Arsitektur
Mengenali Grandmillennial Style bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa karakteristik yang menjadi penandanya. Setiap elemen memiliki peran penting dalam menciptakan keseluruhan estetika yang harmonis.
Ciri khas utama Grandmillennial Style:
- Motif floral yang tampil di wallpaper, kain pelapis, dan aksesori
- Warna pastel seperti pink, mint, kuning lembut, dan biru muda
- Furnitur antik atau reproduksi bergaya klasik dengan detail ukiran
- Tekstil berlapis termasuk bantal, tirai, dan taplak meja bermotif
- Koleksi porselen dan keramik yang dipajang di lemari kaca
- Wallpaper bermotif yang menutupi seluruh dinding atau sebagai aksen
- Renda dan frill pada tirai, sarung bantal, dan perlengkapan tidur
- Lampu kristal atau lampu gantung bergaya chandelier
Meskipun kaya akan ornamen, Grandmillennial Style tidak berarti berantakan atau berlebihan. Kuncinya terletak pada kurasi yang cermat dan penataan yang terencana. Setiap elemen harus saling melengkapi tanpa membuat ruangan terasa sesak atau penuh.
Elemen Arsitektur Pendukung Grandmillennial Style
Struktur bangunan dan detail arsitektur memainkan peran penting dalam menyempurnakan tampilan Grandmillennial Style. Beberapa elemen arsitektur klasik sangat cocok dipadukan dengan gaya ini.
Elemen arsitektur yang mendukung:
- Crown molding atau lis plafon yang memberikan kesan mewah
- Wainscoting atau panel dinding setengah tinggi dengan detail profil
- Jendela besar dengan kusen kayu dan detail muntins
- Pintu panel bergaya klasik dengan hardware kuningan
- Perapian dengan mantel bermotif ukiran atau marmer
- Langit-langit tinggi yang memberikan kesan megah
- Lantai kayu dengan pola herringbone atau parket klasik
- Arch doorway atau pintu lengkung bergaya Eropa
Rumah bergaya kolonial, Victorian, atau Tudor menjadi kanvas sempurna untuk Grandmillennial Style. Namun, gaya ini juga bisa diterapkan pada bangunan modern dengan menambahkan elemen arsitektur dekoratif. Renovasi rumah minimalis dengan menambah molding dan panel dinding bisa langsung mengubah karakternya.
Ruang Tamu dengan Sentuhan Grandmillennial Style
Ruang tamu menjadi area utama untuk menampilkan keindahan Grandmillennial Style kepada tamu yang berkunjung. Penataan yang tepat menciptakan kesan hangat dan mengundang sekaligus menunjukkan karakter penghuni rumah.
Tips mendesain ruang tamu Grandmillennial:
- Pilih sofa dengan bentuk klasik seperti chesterfield atau camelback
- Gunakan kain pelapis bermotif chintz atau toile de jouy
- Tambahkan meja kopi bergaya antik dengan detail ukiran
- Pajang koleksi buku di rak terbuka dengan penataan yang menarik
- Letakkan vas bunga segar atau tanaman hias di sudut ruangan
- Pasang tirai panjang dengan motif floral dan lapisan sheer
- Gunakan karpet bermotif Persia atau needlepoint
- Tambahkan bantal dekoratif dengan berbagai tekstur dan motif
Seorang arsitek interior bernama Maya dari Jakarta membagikan pengalamannya merancang ruang tamu bergaya Grandmillennial untuk kliennya. Menurutnya, kunci sukses adalah berani bermain dengan warna dan motif namun tetap menjaga satu benang merah yang menyatukan seluruh elemen. Hasil akhirnya adalah ruangan yang terasa hidup dan penuh cerita.
Kamar Tidur Bergaya Grandmillennial Style
Kamar tidur menjadi tempat ideal untuk mengekspresikan Grandmillennial Style secara maksimal. Privasi ruangan ini memungkinkan eksperimen yang lebih berani dengan ornamen dan dekorasi.
Elemen penting kamar tidur Grandmillennial:
- Tempat tidur dengan headboard berbalut kain bermotif atau ukiran kayu
- Bedding berlapis dengan selimut, quilt, dan bantal dekoratif
- Canopy atau kelambu untuk kesan romantis dan dramatis
- Meja rias antik dengan cermin oval bergaya vintage
- Wallpaper statement di dinding belakang tempat tidur
- Lampu meja dengan kap bermotif atau berbahan keramik
- Karpet bulu atau permadani bermotif di sisi tempat tidur
- Tirai tebal dengan detail frill atau tassel
Pemilihan warna untuk kamar tidur Grandmillennial sebaiknya tetap lembut dan menenangkan. Kombinasi pink dusty dengan hijau sage atau biru powder dengan krem menjadi pilihan populer. Hindari warna terlalu terang yang bisa mengganggu kualitas tidur.
Dapur dan Ruang Makan Grandmillennial Style
Area dapur dan ruang makan juga bisa disentuh dengan keindahan Grandmillennial Style. Meskipun dapur membutuhkan fungsionalitas tinggi, elemen dekoratif tetap bisa dimasukkan.
Cara menerapkan di dapur dan ruang makan:
- Pilih kabinet dapur dengan profil panel raised atau beaded
- Gunakan hardware kuningan atau porselen bermotif
- Pasang backsplash dengan ubin bermotif atau zellige
- Pajang koleksi piring antik di rak terbuka atau plate rail
- Tambahkan tirai cafe bermotif gingham di jendela dapur
- Pilih meja makan kayu solid dengan kaki bergaya turned
- Gunakan kursi makan dengan pelapis kain bermotif
- Letakkan centerpiece berupa vas keramik atau bunga segar
Peralatan dapur vintage seperti teko tembaga, toples kaca, dan wadah keramik bisa dipajang sebagai dekorasi sekaligus fungsional. Grandmillennial Style merayakan keindahan barang sehari-hari yang sering diabaikan dalam desain minimalis.
Material dan Tekstur dalam Grandmillennial Style
Pemilihan material yang tepat menjadi kunci keberhasilan Grandmillennial Style. Kombinasi berbagai tekstur menciptakan kedalaman visual yang menarik.
Material yang cocok untuk Grandmillennial Style:
| Material | Penerapan | Kesan |
|---|---|---|
| Kayu solid | Furnitur, lantai, panel | Hangat dan klasik |
| Kain chintz | Pelapis sofa, tirai | Romantis dan feminin |
| Porselen | Aksesori, lampu, vas | Elegan dan halus |
| Kuningan | Hardware, lampu, frame | Mewah dan timeless |
| Rattan | Kursi, keranjang, frame | Natural dan tekstur |
| Velvet | Bantal, kursi, headboard | Mewah dan nyaman |
| Marmer | Meja, lantai, countertop | Klasik dan premium |
Mengkombinasikan material dengan bijak menciptakan ruangan yang kaya secara visual tanpa terasa berlebihan. Seimbangkan material halus seperti velvet dengan tekstur kasar seperti rattan untuk dinamika yang menarik.
Warna Khas Grandmillennial Style
Palet warna dalam Grandmillennial Style cenderung lembut namun tidak takut untuk tampil berani. Kombinasi warna yang tepat menjadi fondasi estetika gaya ini.
Warna populer dalam Grandmillennial Style:
- Pink blush atau dusty rose untuk kesan feminin yang matang
- Hijau sage atau hunter green untuk kesegaran natural
- Biru powder atau navy untuk ketenangan dan kedalaman
- Kuning butter atau mustard untuk keceriaan yang hangat
- Krem dan ivory sebagai warna dasar yang menyatukan
- Coral dan terracotta untuk aksen yang berani
- Lavender untuk sentuhan romantis yang unik
Jangan takut mencampur beberapa warna dalam satu ruangan. Grandmillennial Style justru merayakan keberanian dalam bermain warna. Pastikan ada satu atau dua warna dominan yang menjadi penyatu seluruh elemen.
Aksesoris dan Dekorasi Pendukung
Detail kecil dalam bentuk aksesori dan dekorasi memberikan sentuhan final yang menyempurnakan Grandmillennial Style. Barang-barang ini sering kali memiliki nilai sentimental atau cerita di baliknya.
Aksesori yang melengkapi Grandmillennial Style:
- Koleksi foto dalam frame antik atau ornate
- Cermin bergaya sunburst atau dengan frame ukir
- Jam dinding klasik dengan pendulum
- Kotak perhiasan atau trinket box bermotif
- Lilin dalam tempat keramik atau kristal
- Buku hardcover dengan sampul cantik
- Tanaman dalam pot keramik bermotif
- Tray dekoratif untuk menata koleksi kecil
Berburu barang antik di pasar loak atau mewarisi koleksi keluarga menjadi bagian menyenangkan dari membangun estetika Grandmillennial. Setiap barang membawa cerita dan kenangan yang membuat rumah terasa lebih personal.
Tips Menerapkan Grandmillennial Style di Rumah Modern
Bagi pemilik rumah bergaya modern yang ingin mengadopsi Grandmillennial Style, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan tanpa renovasi besar-besaran.
Cara mudah menerapkan Grandmillennial Style:
- Mulai dengan satu ruangan sebagai eksperimen sebelum ke seluruh rumah
- Tambahkan wallpaper bermotif di satu dinding sebagai focal point
- Ganti hardware pintu dan kabinet dengan model klasik kuningan
- Investasi pada satu atau dua furnitur antik berkualitas
- Kumpulkan tekstil bermotif secara bertahap untuk layering
- Pajang koleksi keramik atau porselen di area yang terlihat
- Pasang tirai panjang dengan motif yang berani
- Tambahkan tanaman hias dalam pot keramik bermotif
Tidak perlu mengubah seluruh rumah sekaligus. Grandmillennial Style bisa dibangun secara bertahap seiring waktu dengan mengumpulkan barang yang benar-benar disukai dan bermakna.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Menerapkan Grandmillennial Style memerlukan keseimbangan yang cermat. Beberapa kesalahan umum bisa membuat ruangan terasa berantakan alih-alih cantik.
Kesalahan yang harus dihindari:
- Menggunakan terlalu banyak motif berbeda tanpa koordinasi
- Memenuhi ruangan dengan terlalu banyak aksesori
- Mengabaikan skala furnitur terhadap ukuran ruangan
- Mencampur gaya yang bertentangan secara ekstrem
- Menggunakan barang berkualitas rendah yang terlihat murahan
- Mengabaikan pencahayaan yang memadai
- Tidak menyisakan ruang kosong untuk mata beristirahat
Kunci sukses adalah kurasi yang selektif. Lebih baik memiliki sedikit barang berkualitas tinggi daripada banyak barang yang tidak istimewa. Setiap elemen harus punya alasan untuk berada di ruangan tersebut.
Kesimpulan
Grandmillennial Style berhasil membuktikan bahwa gaya klasik tidak pernah benar-benar ketinggalan zaman, hanya perlu interpretasi baru yang segar. Perpaduan antara kehangatan tradisional dan kepekaan modern menciptakan hunian yang penuh karakter dan cerita. Menerapkan gaya ini tidak memerlukan perubahan drastis, cukup dimulai dari elemen kecil yang dikumpulkan secara bertahap. Dengan keberanian bermain warna, motif, dan tekstur, siapapun bisa menciptakan rumah bergaya Grandmillennial yang mencerminkan kepribadian dan menghargai warisan estetika masa lalu.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Arsitektur
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Folded Plate Roof: Struktur Atap Lipat Modern nan Artistik
